Texts

BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.

Senin, 31 Mei 2010

Memanfaatkan Momentum


oleh Joehandri (ketua Umum KAMMI KALTIM)

Hasan Al Basri berkata : waktu itu ada tiga, masa lalu, masa depan, dan masa sekarang. Masa lalu sudah berlalu, sudah seharusnya kita tidak lagi menyesalinya dan tidak bisa kembali lagi. cukuplah kita jadikan memoar dan potret untuk perbaikan ke depan. Masa depan masih terlalu gaib untuk kemudian kita rinci dengan sangat detail sekali samapai kemudian kita hanya ampu membuat scenario planning saja yang minimal mampu mengantisipasi kebutuhan di masa akan datang, sulit dipegang dan diraih. Masa kini harus kita manfaatkan dengan baik, agar kemudian kita bisa menanam amal-amal kebaikan lebih banyak nantinya dan mengurangi beban-beban yang mungkin bertambah esok harinya.

ketika kita berbicara tentang momentum, maka kita akan bicara tentang penggunaan waktu yang tersedia dengan baik. Sering sekali banyak momentum yang hadir namun tidak kita rasakan karena sudah terbudaya dalam aktivitas keseharian kita hal-hal yang remeh. Diri kita sendirilah yang paling tahu apakah waktu yang kita gunakan sudah optimal dan adakah kemudian hasil dari aktivitas yang telah dilakukan, baik itu perubahan, perbaikan, evaluasi dan lain sebagainya.

Dalam hal yang lain misalnya tentang Al Mubarok dan Sofyan Tsauri.,sofyan tsauri adalah ulama yang sangat terkenal dan ulama besar ketika itu, dan beliau sangat mengagumi ulama besar yang bernama Al Mubarok,sofyan tsauri mengatakan aku sangat ingin mencontoh Al Mubarok dan ingin mencoba hidup dengan kebiasaan yang dia miliki selama setahun. Dan pasti aku tidak kan bisa mencontoh Al Mubarok dan kebiasaanyya walau hanya 3 hari saja. Walau hanya 3 hari, jam per jam dalam keseharian beliau sungguh luar biasa. Padahal banyak ulama yang mengatakan ketika Al Mubarok dan Sofyan Tsauri hidup, maka seperti layaknya Abu Bakar dan Umar. Al Mubarok mengatakan, aku tidak pernah membiarkan satupun organ tubuhku untuk bermaksiat kepada Allah, maka Allah menjaga tubuhku hingga tua sampai sekarag ini.


Waktu itu momentum, dan umat islam paling demen kehilangan momentum berharga. Hassan Al Banna mengatakan bahwa kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Bagi mereka yang punya cita-cita hidup bermanfaat maka dia merasa bahwa waktu yang ada masih kurang karena amal-amal yang kita kerjakan banyak tidak selesai. Dan sering sekali kita melewatkan momentum berharga dalam hidup kita. Kita sering dalam solat sering lupa bacaan solat kita ketika berdiri, itu contoh kecil saja, dalam do’a kita sering lupa mendoakan saudara-saudara kita seperjuangan. Amanah tilawah 1 juz per hari saja yang hitungannya sangat mudah, misalnya kita setela sola membaca 2 lembar. Tapi juga masih banyak yang tak memenuhi target tersebut. Itu juga masih contoh kecil juga. Contoh yang bobotnya agak menengah sedikit misalnya terkait mengatur waktu dalam keseharian kita, rapat, aktivitas ibadah pribadi, aktivitas amal organisasi, kerja dsb. Kita sering sekali menunda pekerjaan yang kemudian membuat molor banyak perkerjaan amal organisasi kita misalnya. Dan efeknya, aktifitas kita menjadi aktivitas yang terkesan biasa-biasa saja. Waktu habis di jalan dsb. Kekurangan maknawiyah, waktu tak teratur, dan persoalan lainnya. Jika anda seorang pemimpin, maka anda harus kemudian memakai teori kepemimpinan yang kedua yaitu mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan anda. Anda harus mengajarkan kepada staf anda tentang peran mereka yang sangat besar.

Ada beberapa hal yang kemudian membuat kita sering kehilangan momentum dalam waktu-waktu terbaik kita :
1. Adamul yakini fi adilah (kurangnya keyakinan akan janji Allah pada kita/kurang sensitif terhadap amal kebaikan/pahala/ganjaran yang Allah janjikan). Mengenai hal ini kita bisa membuka dalam Al Qur’an surah Al Qashah ayat 77 “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. Allah menjanjikan pada manusia agar mencari pahala negeri akhirat dengan fasilitas apa yang telah dianugerahkan kepadamu, entah itu fisik, intelektual, waktu, dan yang lain yang kita miliki. Begitupula yang terdapat dalam surah Al Lail, Asy Syams, Ad Dhuha yang mengisyaratkan hampir di seluruh waktu-waktu yang kita miliki selalu memberikan momentum berharga bagi diri kita. Di saat malam,saat Allah begitu dekat dengan hambanya. Saat dhuha, saat rizki dari Allah begitu melimpahnya. Oleh karena itu, jangan lagi kita banyak sekali melewatkan momentum-momentum berharga dalam hidup, dengan merubah sebagian budaya kita yang sering menunda dan lain sebagainya. Malah, harapannya kita seperti para sahabat yang berlomba dalam berbuat baik, seperti kisah perlombaan dalam berbuat baik antara Abu Bakar dengan Umar. Atau kisah Abu Bakar yang ingin sekali di saat dia menjadi khalifah mengetahui, amal Rasul mana yang belum dia kerjakan, maka Aisyah menjawab setiap pagi Rasul memberi makan pengemis di pasar. Al kisah dilaksanakanlah amal itu oleh Abu Bakar, namun ketika menyuapi sang nenek, sang nenek berkata, engkau bukan orang yang biasanya memberiku makan dan menyuapiku, biasanya orang itu akan menggigitkan makanan itu untukku. Lalu menangislah Abu Bakar sembari memberitahu Rasul telah wafat. Dan menangisnya Abu Bakar juga lebih disebabkan karena Amal Rasul yang luar biasa tersebut.

2. Adamul Ilmu (kurangnya ilmu)
Dalam surah Al Mujadilah ayat 11 “ Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah , niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, berdirilah kamu,” maka berdirilah , niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan.”. Di zaman Rasul, ketika Rasulullah SAW mengisi pengajian/taklim. Maka pasti penuh sesak, sampai-sampai kemudian mereka tidak mau memberikan sedikit kelapangan ataupun tempat bagi mereka-mereka yang terlambat datang ke majelis. Lalu kemudian turunlah surah ini. Yang menginginkan agar mereka tetap memberikan kelapangan dan bergantian dengan sahabat lain yang baru datang. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu diantara mereka dan orang mukmin secara keseluruhan.
Sering kali momentum waktu terbaik kita lewat begitu saja, karena kita kurang ilmu dalam menangkap sinyal-sinyal yang berisi hal yang bagus dan bisa menjadi sebuah prestasi.

Agar kemudian kita bisa kompeten dalam penguasaan ilmu spesialisasi maupun ilmu alat maupun penunjang. Maka satu-satunya cara adalah mengalokasikan waktu khusus untuk mencari ilmu, ilmu apa saja yang menjadi kebutuhan kita. yang biasa terjadi ketika kita tidak memiliki pandangan yang benar tentang momentum tersebut, maka akan sulit untuk menentukan prioritas agenda/kebutuhan dan akan tidak mempunyai kepemimpinan ide. Terkadang pula akan parsial dalam memandang persoalan dari segi fikih

3. Adimul sadadah (kurang pro aktif). Sering sekali kita menyesal dalam aktivitas keseharian kita dan mengeluh tentang hasil ujian, seandainya belajar lebih baik, mengeluh tentang hasil kegiatan, seandainya lebih lama lagi dan sebagainya. Kita selalu punya nafsu untuk menyesali apa yang terjadi. Oleh karena itu dengan kita lebih proaktif dalam hal apapun maka ini adalah obat yang tepat dalam mengatasi nafsu menyesal. Agar kompetensi kita semakin dalam maka tentunya kita makin proaktif dalam aktivitas kuliah dan membuka wawasan kita akan pekerjaan di bidang studi kita. Kita berkenalan dengan cabang ilmu pendukung, maka kita harus juga pekajari. Ilmu apa saja agar kemudian menunjang kehidupan aktivitas kita dan kompetensi kita. Misal anda yang berada di jurusan pendidikan bahasa inggris tentunya harus mendalami pekerjaan anda. Membuka wawasan dengan guru-guru bahasa inggris daerah lain. Menambah ilmu penunjang anda, multimedia, public speaking and beautiful speak also mind, kalau perlu ditambah dengan kemampuan komputer, anda tentunya harus proaktif mencari program pertukaran mahasiswa, guru, ataupun pelatihan kepemudaan. anda juga harus cepat tanggap dalam hal-hal yang berkenaan dengan kompetensi anda. Bahkan kalau perlu menguasai bahasa asing yang lain agar kemudian bisa menjadi teladan bahkan acuan bagi kawan-kawan bahkan percontohan bagi dosen dsb.

Harapannya kedepan masing-masing diri kita bisa kemudian memindai, memilih, aktivitas yang berharga dan jangan sampai banyak waktu yang terlewat karena terlalu banyak mengobrol, terlalu banyak makan, terlalu banyak tidur, terlalu banyak menonton dan lain sebagainya. Perlu disadari bahwa sebenarnya mengobrol itu baik, namun jika terlalu banyak akan menjadi mubah, begitu juga dengan makan, sama halnya dengan tidur, dan menonton.

Terkadang bukan kondisi yang harus kita perbaiki, namun bagaimana kita memaknai setiap momen yang ada. Wallahu alam bissawab. Wassalam.

Rabu, 12 Mei 2010

Refleksi Menteri Keuangan dan Bank Dunia


Oleh : Erdheny Paratama
Mahasiswa FE UNMUL
Kadept. Kaderisasi KAMMI Daerah Kalimantan Tiimur)


“Kinerja sebagai Menteri Keuangan yang cukup handal menjadi salah satu alasan kuat terpilihnya sri sebagai Managing Director di World Bank” inilah keterangan yang di kutip dari Presiden Bank Dunia Robert Zoellick dalam situs resminya. Di dalam negeri sendiri ternyata banyak sekali menuai asumsi dan spekulasi yang cepat berkembang, baik dalam hal poilitis atau motif spekulasi lainnya. Tentunya kita tidak malah menambah masalah yang sedang di hadapai negara ini, dalam hal penegakan supremasi hukum terhadap pejabat negara yang sedang terkena sangkaan kasus atau dalam kata lain sedang menjalani proses penyelidikan oleh pihak yudisial.
Tepatnya pada tanggal 25 april 2010 yang lalu, pihak bank dunia telah memberikan pernyataan kepada ibu sri mulyani untuk dapat menduduki posisi penting di bank dunia, dan masa jabatan efektifnya akan dimulai tepatnya pada tanggal 1 Juni nanti. Oleh karena itu sri mulyani segera mengambil keputusan untuk berhenti dan mengundurkan diri dari jabatannya sekarang yaitu sebagai menteri menteri keuangan di kabinet Indonesia bersatu jilid II saat ini.
Ibu Sri mulyani sendiri yang merupakan alumni dari Fakultas ekonomi Universitas Indonesia dulunya memang memiliki segudang prestasi dalam karirnya selaku pengamat perekonomian Indonesia, terkhusus beliau merupakan Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FE UI (LPEM FE UI) sejak tahun 1998 lalu. Jabatan di ranah politiknya selain pernah menjadi kepala BAPPENAS, dan menjadi Plt. Menko Perekonomian menggantikan Boediono saat diangkat menjadi gubernur Bank Indonesia. Kemudian pada tahun 2006 Sri mulyani di nobatkan sebagai menteri keuangan terbaik Asia oleh Emerging Markets pada 18 september 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes pada tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia pada oktober 2007.

Nampaknya Ibu Sri mulyani yang mendapatkan gelar S1 di FE UI, Master of Science of Policy Economicsnya di University of Illionis Urbana Champaign USA (1988-1990), dan memperoleh gelar Ph.D of economics nya di Universitas yang sama di USA tahun 1990-1992, sedang mendapatkan posisi yang luar biasa dari pihak Bank Dunia ketika di lamar menjadi Managing director sejak 25 April lalu. Itu berarti posisi yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan dalam aktifitas Organisasi Bank Dunia.

Mengenal Bank Dunia dan Programnya

Bank Dunia (World Bank) atau yang juga disebut International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) ini merupakan sebuah organisasi internasional yang didirikan untuk melawan kemiskinan dengan cara membantu “membiayai” negara-negara di dunia. Dalam hal ini pengoperasian Bank Dunia di jaga melalui pembayaran sebagaimana di atur oleh negara-negara anggotanya.
Aktifitas Bank Dunia memberikan pinjaman dengan tarif preferensial kepada negara-negara anggota yang sedang mengalami kesusahan. Namun sebagai balasannya, pihak Bank Dunia juga meminta bahwa langkah-langkah ekonomi perlu di tempuh agar misalnya tindak “korupsi dapat dibatasi”, atau “demokrasi dikembangkan”.
Saat ini markas Bank Dunia berada di Washington DC Amerika serikat. Secara teknis dan struktural Bank Dunia termasuk salah satu dari badan PBB, namun secara operasional sangat berbeda dari badan-badan PBB lainnya. dan buruknya lagi bisa dikatakan bank dunia menuai banyak kritik tajam dari negara lain bahwa Bank dunia berada dalam pengaruh negara-negara tertentu saja terutama Amerika Serikat, karena yang mendapat manfaat paling banyak dari aktifitas Bank Dunia. Perlu kita ketauhi bahwa sejak 35 tahun lalu bank dunia sangat menjadi harapan negara-negara miskin sebagai sumber pinjaman dana pembangunan, dan sebagai gantinya pihak negara yang menerima santunan secara tidak langsung harus melakukan “petuah” yang diberikan oleh Bank Dunia, mulai dari kebijakan ekonomi, moneter, pasar ekspor-impor, dan lainnya.
Kritik yang kembali muncul kepermukaan saat aktifitas bank dunia berlangsung adalah bahwa Bank dunia beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip neoliberalisme, yang berdasarkan keyakinan bahwa pasar (bebas) dapat membawa kemakmuran kepada negara-negara yang mempraktekan kompetisi bebas, tanpa campur tangan apapun. Dalam prespektif ini, reformasi yang berinspirasikan “neoliberal” tidak selalu tepat bagi negara-negara yang mengalami konflik dan bencana, atau yang telah lama berada dalam kondisi tertekan (diktator atau penjajahan) dan negara yang tidak memiliki sistem politik demokratis yang stabil (seperti Timor timur). Dalam sudut pandang ini, Bank Dunia lebih memilih masuknya perusahaan-perusahaan asing dibandingkan Pengembangan Ekonomi lokal negara bersangkutan.

Sangat jelas sekali bahwa produk kebijakan dan aktifitas Bank Dunia sarat dengan muatan-muatan neoliberalisme yang membebaskan perlakuan seluas-luasnya kepada pasar, pasar, pasar dan sekali lagi pasar.
Kegiatan yang seperti ini sebetulnya yang malah kemudian mematikan instrumen aktifitas sektor riil di negara berkembang, contoh yang pertama di Indonesia saat produk domestik lokal belum siap bersaing dengan produk luar namun secara tiba-tiba kran pasar bebas di buka seluas-luasnya, sehingga hal ini mematikan pangsa pasar dalam negeri untuk produk lokal karena kalah dengan produk luar negeri. Contoh yang kedua pemerintah akan lebih cenderung untuk menerima investor asing yang ingin menanamkan modalnya ke dalam negeri dalam bentuk investasi jangka panjang dan melakukan privatisasi atas kepemilikan lahan. Bisa dibanyangkan jika dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang, maka akan banyak bertebaran perusahaan-perusahaan swasta yang di kelola oleh asing mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah, dibandingkan dengan perhatian pemerintah sendiri terhadap industri produk lokal dalam negeri yang semakin lama semakin mengecil.

Kondisi yang terjadi sekarang

Setelah melihat beberapa wacana dan gambaran diatas, mengenai jabatan baru yang disematkan kepada Ibu Sri mulyani sebagai managing director of World bank pada saat beliau sedang dalam proses pemeriksaan terhadap kasus century dan yang lainnya, dan kemudian kita juga telah mengetahui bagaimana gambaran umum mengenai aktifitas Bank Dunia hingga saat ini, yaitu sangat jelas bahwa aktifitas Bank Dunia salah satunya adalah melakukan program Neoliberalisasi kepada negara di dunia dengan kebijakan-kebijkanannya. Dan selain itu tentunya juga akan tergambar jelas bahwa ada motif lain dan alasan kuat lain dibalik itu semua. Dapat dikatakan selama ini beliau (baca : sri mulyani) memang menjadi “anak emas” oleh Bank Dunia di wilayah Asia.
Saat ini beragam ucapan terimakasih dan ucapan selamat banyak sekali di sampaikan oleh beberapa pejabat negara, termasuk Presiden SBY sendiri. Tapi banyak juga yang menyangsikan sri mulyani saat dilamar oleh Bank Dunia, dengan apa yang sedang terjadi pada kondisi saat ini pada dirinya, dan anggapan yang muncul sekarang dari kalangan yang meminta pertanggungjawaban beliau dalam kasus Century adalah, apakah sri mulyani termasuk kedalam orang yang lari dari tanggung jawab. Muncul tanggapan dari berbagai kalangan professional hingga pejabat legislatif yang terhormat bahwa karir baru sri mulyani merupakan solusi dari kegaduhan politik yang selama ini terjadi dan melibatkan dirinya selaku menteri keuangan.
Namun apakah dengan peristiwa seperti ini, proses penegakan hukum terhadap permasalahan di Indonesia yang melibatkan sri mulyani sebagai salah seorang saksi kunci lantas di nafikan atau malah di cukupkan sampai disini saja. Setidaknya dua perkara ini harus diselesaikan dulu sebelum beliau “Pindah rumah” ke Washington DC. Saya rasa seluruh rakyat Indonesia juga akan berpikiran sama dengan kita selaku mahasiswa yang mampu menganalisa hal ini semua, yaitu tetap dilanjutkan proses hukum kepada yang bersangkutan sri mulyani hingga kasus-kasus yang melibatkan namanya dapat selesai dengan berkeadilan.
Saatnya Mahasiswa dan masyarakat mampu tercerdaskan dengan peristiwa seperti ini, daya nalar dan analisis yang tajam akan mampu membuka pola berfikir baru yang tidak serta merta menerima informasi secara mentah-mentah tapi juga mampu untuk dicerna dan memberikan tanggapan serta solusi yang kongkrit. Wallahu’alam bishowab..

Refrensi :
Adiwarman A. Karim. Ekonomi Makro Islami, Edisi 1-2, jakarta, PT. Grafindo Persada, 2008
Sadono, Sukirno, Mikroekonomi, edisi 3, Jakarta, PT. Grafindo Persada, 2002
http://id.wikipedia.org/wiki/bank_dunia
http://id.wikipedia.org/wiki/sri_mulyani