Texts

BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.BLOG INI SEDANG DALAM PROSES UPDATING.MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK FILE-FILE LAMA.TERIMAKASIH ATAS PENGERTIAANYA.

Minggu, 26 Juni 2011

Visi Misi KAMMI Kaltim 2011-2013

Visi

Menjadi Ormas yang Kokoh, Progresif dan kontributif di Kalimantan Timur


Misi

1. Pengokohan kaderisasi

2. Tata kelola lembaga yang profesional dan mapan

3. Optimalisasi jaringan

4. Pemimpin isu gerakan

5. Optimalisasi kiprah social dan politik gerakan yang dinamis dan kontributif

6. Optimalisasi kiprah politik perempuan dalam ranah public

PENGURUS KAMMI KALTIM 2011-2013

SUSUNAN PENGURUS DAERAH (PD)

KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (KAMMI)

KALIMANTAN TIMUR PERIODE 2011-2013 Rata Kiri

Ketua Umum Rahman

Sekretaris Umum Muhammad Miftah Murdha

Bendahara Umum Hidayani S.E

A. Bidang Badan Pembinaan Kader (BPK)

Ketua Bidang M.Ramadhani

Hasyim

Safriansyah

Ratna Helyani S.Ked

Hajar Aswad

Septiana Sulistiawati

B. Bidang Kajian Strategis

Ketua Bidang Erdheny Paratama S.E

Syamsumarlin

Jahruni A.Md

Alfi Syahri

Mufidatur Rahmah

Jumini

C. Bidang Keperempuanan

Ketua Bidang Rusna Dwi Hartati S.Pd

Mega Polandiana S.E

Ni’mah Ahmad

D. Bidang Advokasi

Ketua Bidang Siradi Mapile

Syamsul Alam

Said Abdal Assegaf

Firdaus

Mukhlis

Ratnawati

Maryamah

E. Bidang Keuangan

Ketua Bidang Hidayani S.E

Amrina Rosyada

F. Biro Humas

Ketua Biro Faridamiaty

Ramadhani

Ari Bagus

M.Syarifuddin siregar

Rista

G. Biro Kestari

Ketua Biro Thalita Indah

Hizbullah


Pelantikan dan Up Grading KAMMI Kaltim 2011-2013 : Terjun ke Desa Makroman


Samarinda (26/11), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kalimantan Timur mengadakan acara Pelantikan dan Up Grading Pengurus Daerah selama 2 hari sejak Sabtu (25/11) bertempat di BAPPEDA Kaltim hingga Minggu di Desa Makroman.

Mengusung visi Menjadi Ormas yang Kokoh, Progresif dan Kontributif di Kalimantan Timur. kepengurusan KAMMI Kaltim periode 2011-2013 ini harapannya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pengurus dilantik secara resmi oleh Sekretaris Jendral Pengurus KAMMI Pusat, Andriyana, ST. pada hari Sabtu pagi. Susunan pengurus daerah KAMMI Kaltim 2011-2013 sebagai berikut:
Rahman (Ketua Umum)
Muhammad Miftah Murdha (Sekretaris Umum)
Hidayani, SE. (Bendahara Umum)
Achmad Ramadhani (Ketua Bidang Pembinaan Kader)
Erdheny Pratama, SE. (Ketua Bidang Kajian Strategis)
Sirady Mappile (Ketua Bidang Advokasi)
Rusna Dwi Hartati, S.Pd (Ketua Bidang Keperempuanan)
Faridamiaty (Ketua Biro Humas)
Talitha Indah (Ketua Biro Kestari)

Up Grading sengaja dilaksanakan di Desa Makroman sebagai sarana peningkatan kapasitas kader sesuai dengan visi yang ada agar bisa membawa KAMMI menjadi organisasi yang kokoh, menjadi kader yang progresif, dan mampu berkontribusi nyata terhadap masyarakat.


(f.421)

Minggu, 27 Februari 2011

Pelajaran dari Maulid Nabi Muhammad saw


Pelajaran pertama > Pelajaran dari kisah Abraha.
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan gajah? . Bukankah Dia telah menunjukkan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?. Dan Dia mengirimkan kepeda mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (Qur’an Surah Al Fill :1-5)
Surat Al Fill adalah surat Makkiyah yang sering kita dengar riwayatnya dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya dalam suasana Maulid Nabi besar Muhammad Saw. Tahun kelahirannya sering disebut tahun gajah. Yang masih jarang dimengerti kaum muslimin adalah urutan-urutan peristiwa pasukan gajah yang dihancurkan Allah SWT. Sebelum Rasulullah lahir , dominasi dunia dipegang oleh Romawi dan Persia. Masing-masing kedua imperium mempunyai wilayah-wilayah subordinat (jajahan).
Yaman merupakan asal-usul nenek moyang orang Arab. Bila dilihat dari asal keturunan, penduduk jazirah Arab dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu Qathaniyun (keturunan Qahthan) dan Adnaniyun (keturunan Ismail ibn Ibrahim). Mereka, pada persitiwa negeri Saba’ yang kemudian besar kerajaan Himyar diceritakan dalam Al Qur’an disebutkan sailul arim. Peristiwa banjir besar yang disebabkan bendungan Ma’arib runtuh dan kerajaan. Dalam Al- Qur’an, banjir menenggelamkan Yaman. Kemudian sebagian besar berhijrah ke Yastrib (madinah). Dari mereka lahir suku yang asal-usul Yaman. Yang paling dikenal di masa Rasul nanti adalah suku Aus dan Khajraj. Yaman adalah asal-usul orang di jazirah Arab.

Di Yaman terjadi pergolakan politik. Dimana orang-orang Persia dan romawi silih berganti menguasai Yaman. Dalam suatu peristiwa terjadi kudeta politik, yang mengangkat seorang raja bernama Dzu Nawas, Dzu Nawas adalah tipikal orang yang cinta dengan agama. Karena cinta pada agama, ia sering kali berdialog dengan berbagai umat beragama. Salah satu dialog yang merubah pandangan hidupnya adalah ketika ke Yastrib dan bertemu dengan orang-orang Yahudi, hingga akhirnya ia memeluk agama Yahudi. Sekembalinya Dzu Nawas ke Yaman, dia menyuruh rakyatnya memeluk agama Yahudi dan menyatakan perang terhadap nasrani. Salah satu kabilah yang berpegang pada agama nasrani yaitu kabilah Najran (yang bertempat tinggal antara yaman dan Arab Saudi, sekarang masuk ke wilayah Arab Saudi). Najran akhirnya diserang habis oleh Dzu Nawas.
Salah seorang dari kabilah Najran sempat lolos ke Romawi. Melaporkan ke raja Romawi untuk menyerang Yaman. Wilayah Najran agak jauh dari Romawi dan kering. Tidak ada kekayaan kecuali konflik. Akhirya Heraklius, raja Romawi saat itu mengirim surat kepada Raja Ethiopia, Raja Habsyah (Afrika Selatan). Di peta : Afrika berbatasan langsung dengan wilayah Yaman. Di sebelah utara di jazirah Arab. Wilayah yang paling dekat dengan Yaman salah satunya adalah Ethiopia (Afrika Selatan)
Ethiopia saat itu dipimpin oleh seorang raja yang memeluk agama nasrani. Namanya An Najasyi yang kelak akan memeluk Islam. An Najasyi mendapat perintah untuk menyerang Yaman atas perlakuannya memeluk Nasrani. Akhirnya Yaman diserang oleh Kabilah Ethiopia. Dzu Nawas berhasil digulingkan. Mereka mengangkat seorang raja dari Habsyah (Ethiopia) untuk Yaman yang bernama Abraha.
Abraha ingin membangun monumen Nasrani yang bisa mematikan masa lalu Yahudi. Sekaligus menarik orang Yaman yang setiap tahun haji ke Makkah. Ia membangun gereja sangat besar dan indah. Ia mengirim surat ke Raja Ethiopia (an Najasyi) menyangkut prestasi seorang Gubernur wilayah sub ordinat.
Ternyata, objek yang dibangun dengan harapan menarik orang-orang Yaman, tidak berhasil. Karena tetap saja orang-orang Yaman tiap tahun ke Ka’bah. Orang-orang Yaman pada waktu itu, menganggap Ka’bah adalah rumah nenek moyang mereka, yaitu Ibrahim dan Ismail. Dan ini paradigma yang sudah mengakar dan menjadi tradisi dalam diri mereka. Ka’bah adalah tempat mereka berziarah. Di dalamnya terdapat 360 berhala, mengelilingi berhala utama, Hubal. Berhala-berhala itu mereka jadikan tempat menanyakan dan mengetahui nasib baik dan nasib buruk.Abraha mengambil kesimpulan, bahwa persoalannya adalah Ka’bah. Jadi benda yang satu ini harus dihancurkan. Dalam konflik yang sebenarnya adalah akar religius kemudian diselesaikan dengan cara-cara militer. Akhirnya Abraha menyiapkan dan membangun sebuah pasukan. Pasukan itu menggunakan Gajah sebagai kendaraan mereka. itulah sebabnya pasukan ini dikenal dengan pasukan gajah.
Di tengah perjalanan, ketika orang Makkah sudah mau diserang untuk menghancurkan Ka’bah, beberapa orang Makkah melakukan perlawanan. Perlawanan pertama dipimpin oleh Dzu Nafr. Kalah. Dan Dzu Nafr ditawan. Jalan lagi. Dicegat lagi oleh kabilah Arab yang dipimpin oleh Al Hasami. Al Hasami dibabat habis oleh Abraha. Dan dijadikan guide menuju Makkah.
Orang-orang kalah punya tabiat menjadi jongos bagi para pemenangnya. Ibnu Khaldun mengatakan, orang-orang yang kalah cenderung mengikuti orang-orang yang mengalahkannya dalam segala hal. Kemudian sampaila di Thaif. Mengetahui perlawanan penghadangan pasukan gajah gagal. Akhirnya mereka menyerah. Orang Thaif mengatakan, Ka’bah itu bukan di Thaif, tapi di Makkah.
Abraha meminta mereka menjadi penunjuk jalan. Di antara Thaif dan Makkah ada tempat yang bernama Al Mugahammas. Di tempat ini Abraha beristirahat sebentar. Kemudian pasukannya menggeledah habis serta melakukan perampasan harta-harta Thaif dan Makkah termasuk harta kakek rasul Saw, Abdul Muthallib yaitu 200 ekot unta. Setelah itu Abraha mengutus orang untuk mencari pemimpin Makkah. Orang Makkah sepakat meminta Abdul Muthalib bertemu dengan Abraha.
Utusan Abraha mengatakan kepada Abdul Muthallib, “Abraha hanya ingin menghancurkan Ka’bah saja. Bukan ingin berperang dengan kalian. Apabila kalian tidak melawan, kalian tidak akan diganggu Abraha.
Kata Abdul Muthalib, “ Kami tidak akan melawan. Karena tidak ada kekuatan.” Akhirnya Abdul Muthallib disetujui bertemu dengan Abraha. Waktu ia masuk ke ruangan Abraha, Abraha sedang duduk di kasur singasana. Melihat Abdul Muthallib, Abraha langsung jatuh hati. (Abdul Muthallib dalam suatu riwayat disebutkan, postur tubuhnya tinggi, dan sangat ganteng, paling ganteng diantara seluruh penduduk Makkah. Anak-anaknya semua ganteng. Termasuk cucunya:Rasulullah Saw). Abraha berpikir, orang ini harus dihormati. Tapi kalau disuruh duduk di singasana, itu tidak etis. Karena jajahan. Abraha turun dan berdampingan dengan Abdul Muthallib.
Abraha memberikan penjelasan bahwa, ia hanya ingin menghancurkan Ka’bah, “Andai Anda tidak mencegah saya, saya tidak menggangu Anda”. Abdul Muthallib menjawab, “silakan anda menghancurkan Ka’bah. Karena dia punya Tuhan. Tapi saya minta, kembalikan 200 unta milik saya”.
Kata Abraha, “saya waktu ketemu anda sudah jatuh hati. Tapi ucapan anda membuat saya tidak berselera. Saya mau memerangi simbol agama anda, tetapi anda memikirkan unta anda sendiri”. Abdul Muthallib kembali menjawab, “Ka’bah punya Tuhan sendiri. Nanti anda akan berhadapan dengan Tuhannya Ka’bah”. Kalimat ini kelak mempunyai isyarat dengan kandungan surat Al Fill.
Abraha akhirnya merangsek masuk menyerang Ka’bah. Tetapi di perbatasan sebelum Makkah, gajahnya tidak ada yang bisa jalan. Semuanya terpeleset dan jatuh. Tidak bisa bergerak sama sekali. Dalam keadaan begitu, Allah mengutus burung-burung. Burung di atas, berkelompok-kelompok. Namanya thairan ababiil. Burung ini namanya bukan abaabiil. Abaabiil itu jama’at. Berkelompok-kelompok dan membawa sijjil. Sijjil bahasa Persia yang berarti unsur api dan tanah liat, yang mengandung racun dan bara panas. Sijjil ini digunakan untuk melempar pasukan gajah. Ada yang menarik disini: cara kerja benda dalam mematikan orang. Sijji mengenai badan. Sampai di badan, orang tidak langsung mati. Kulit, daging, jatuh sedikit demi sedikit sampai habis.
Begitu juga Abraha yang terkena sijjil. Dia tidak langsung mati. Setelah pasukannya mati dengan cara yang mengerikan, tidak kuat lagi melawan. Ia pulang. Sambil berjalan dagingnya jatuh sedikit demi sedikit. Sampai di Syam, ibukota Yaman, Abraha belum mati. Yang terakhir habis adalah dada dan jantungnya, dadanya tinggal dua. Jantungnya keluar dan tercabik-cabik. Baru Abraha mati.
Dua pelajaran dari kasus Abraha :
Pertama, tidak ada campur tangan sama sekali orang-orang Quraisy. Allah SWT mengatakan: “Alam tara kaifa fa ‘ala rabbuka bi ashhaabil fiil- belumkah kamu melihat bagaimana Allah memperlakukan pasukan gajah ?”.
Ayat ini dimulai dengan: “Belumkah kamu melihat”. Namanya istifham taqriri. Pertanyaan untuk menegaskan satu pertanyaan. Kisah ashaabul fiil sangat kuat pengaruhnya bagi bangsa arrab. Karena itu mereka tidak pernah melupakan. Jadi bukan burung yang diceritakan. Al Qur’an menggunakan kalimat Tanya untuk mengembalikan ingatan mereka kembali.
Sesudahnya, perhatikan! Kaifa (bagaimana), fa ‘ala rabbuka (Tuhan bertindak). Jadi subjeknya, pelakunya, adalah Tuhan. Menyadarkan kepada orang Arab. Bahwa mereka tidak punya jasa sama sekali
Jasa melindungi Ka’bah, sama sekali bukan pekerjaan orang arab. Itu adalah pekerjaan Allah SWT. Orang-orang Quraisy dalam hal ini sudah mendapatkan rahmat. Maka Abdul Muthalib pulang setelah bertemu Abraha. Ia kumpulkan orang-orang Makkah. Menyuruh mereka mengambil barang-barangnya. Menaiki gunung kemudian hanya menonton Abraha menyerang Ka’bah.
Bertepatan dengan kelahiran Muhammad, sekaligus mengingatkan , baru pada lahirnya Muhammad saja, karunia Allah sudah banyak untuk orang-orang quraisy. “Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamin” Dan Aku tidak mengutusmu kecuali untuk rahmat sekalian alam
Kedua, Allah SWT memberi isyarat, tempat dimana wahyu sedang akan diturunkan dan tumbuh menjadi pusat peradaban dunia. Dengan wilayah Makkah disiapkan untuk menjadi turunnya hikmah. Maka, orang-orang Arab yang nanti menjadi tulang punggung pembawa bendera Islam harus dengan sadar dari awal. Tanpa Islam, mereka tidak punya eksistensi internasional sama sekali.
Orang-orang Arab sebelum datang Islam tidak punya eksistensi, di mata imperium-imperium yang lain. Yaman yang jauh lebih baik kondisinya dari Makkah dan Madinah silih berganti didominasi oleh Persia, Romawi dan Ethiopia. Yaman tidak pernah dipimpin oleh orang Yaman sendiri karena kebanyakan orang Arab tidak punya nilai.
Islam datang memupuk kekuatan. Dan menjadikan mereka pemimpin serta pemimpin internasional. itulah sebabnya negeri-negeri Arab terbelakang dibanding Negara-negara lain. Bukan mereka tidak cerdas, bukan karena mereka tidak mempunyai minyak. tapi karena mereka tidak mempunyai sumber kekuatan yaitu islam.
Ibnu Khaldun delapan abad kemudian mengatakan, orang Arab adalah bangsa yang tidak mungkin bersatu kecuali dibawah naungan Islam.

Tertanda
Johandri
Dhuha 21 Februari 2011

PERAN KAMMI DALAM MENHADAPI GERAKAN KONSPIRASI INTERNASIONAL DI INDONESIA (Part 1)


oleh Rusna Dwi Hartati KAMMI Daerah Kaltim

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
(Q.S. Al Baqoroh : 120 )
Sudah merupakan sunnatullah akan adanya kaum penentang dalam setiap hadirnya kebenaran agama di dunia ini. Sejarah mengjarkan sejak masa Adam as hingga Isa as, selalu ada masa penentang yang akan menghalangi tegaknya kalimatullah di muka bumi ini. Termasuk yang sedang dialami umat Rosulullah Muhammad Saw saat ini. Akan terus ada segolongan orang yang menginginkan kerusakan di muka bumi ini. Segolongan orang yang begitu gigih menentang kekuatan Allah SWT atas jagad raya ini. Yaitu orang – orang yang telah terbutakan mata hatinya sehingga memilih untuk menjadi pelayan syaithon dan sekutunya dalam menjalankan rencana penghancuran terhadap kaum mukmin. Begitu banyak yang tidak terbuka mata hatinya sehingga tidak mengindahkan peringatan Allah SWT dalam Q.S. Al Baqoroh : 208 dengan terjemahan sebagai berikut : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithon. Sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagimu.”
Upaya yang dilakukan para pelayan syaithon kini telah membuahkan progress yang cukup membahagiakan mereka. Tampak jelas produk dari proyek mereka ini dalam kehidupan umat saat ini. Kehidupan masyarakat dunia digiring untuk berkiblat pada tradisi hidup mereka yang sudah sangat jauh dari nilai – nilai Islam. Cara berfikir umat pun sedikit demi sedikit terbawa dengan pemikiran kaum western tersebut. Mereka mulai bertanya-tanya tentang kebenaran agama yang mereka anut, kemudian muncul keraguan di dalamnya, hingga akhirnya mereka mulai menjauh bahkan secara sadar ataupun tidak membantu dalam proses penghancuran Islam itu sendiri.
Negara kita, Indonesia tercinta dengan segala potensinya baik pada SDA maupun SDM merupakan sebuah ancaman bagi musuh – musuh Islam dalam mencapai tujuan utamanya untuk dapat membentuk dunia baru dibawah kendali mereka dalam berbagai aspek hidup. Karenanya, hingga hari ini negeri tercinta ini senantiasa mendapat pengawalan ketat dari para hizb asy syaithon agar tidak dapat sadar kemudian bangkit dari jerat tipu daya mereka. Karena, ketika kebangkitan itu lahir di negeri ini, niscaya ia akan memiliki imbas yang sangat besar bagi perbaikan umat di dunia ini, dan itu bermakna kiamat bagi mereka.
Diperlukan hadirnya para pembaharu yang mampu menyadarkan umat Islam Indonesia akan jerat kuat yang sedang kita alami saat ini, sehingga dapat segera menyusun langkah – langkah kebangkitan yang amat dinantikan para mukminin saat ini.


LANDASAN TEORI
A.Mengenal Orientalisme
Orientalisme adalah suatu gerakan yang timbul di zaman modern, pada bentuk lahirnya bersifat ilmiyah, yang meneliti dan memperdalam masalah ketimuran. Tetapi di balik penelitian masalah ketimuran itu mereka berusaha memalingkan masyarakat Timur dari Kebudayaan Timurnya, berpindah mengikuti keinginan aliran Kebudayaan Barat yang sesat dan menyesatkan.
Asal kata “Orientalisme” bahasa Arabnya al istisyraaq, mashdar fiil: Istasyraqa. Artinya, “mengarah ke Timur dan memakai pakaian masyarakatnya.” Para Orientalis (al Mustasyriqun) mendalami bahasa-bahasa Timur sebagai langkah untuk mengarah ke sana. Masing-masingnya mempelajari satu bahasa atau bermacam-macam bahasa Timur, seperti bahasa Arab, bahasa Parsi, bahasa Ibrani, bahasa Urdu, Suryani, Indonesia, Melayu, Cina dan lain-lain. Sesudah itu mereka mempelajari bermacam-macam ilmu pengetahuan, kesenian, adab/sastra, kepercayaan masyarakat yang mempunyai bahasa tersebut di atas dan lain-lainnya. Bahasa Arablah yang menjadi sasaran utama dari tujuan para Orientalis ini. Memang para Orientalis sudah banyak yang mempelajari bahasa Arab, dan menjadi spesialis dalam ilmu bahasa, seperti ahli Nahwu, ahli Sharaf, ahli Sastra (Adab) dan ahli Balaghah.

B. Islam sebagai Objek Orientalisme
Orientalis, adalah kumpulan Sarjana-sarjana Barat, Yahudi, Kristen, Atheis dan lain-lain, yang mendalami bahasa-bahasa Timur (bahasa Arab, Persi, Ibrani, Suryani dan lain-lain), temtama mempelajari bahasa Arab secara mendalam. Studi ini mereka gunakan untuk memasukkan ide-ide dan faham-faham yang bathil ke dalam ajaran Islam, agar aqidah, ajaran dan da’wah Islam merosot, berkurang pengaruhnya terhadap masyarakat, tak berbekas dalam kehidupan, tidak mampu mengangkat derajat kemanusiaan, tidak berperan lagi untuk melepaskan manusia dari perhambaan pada makhluk, dan tujuan Islam tak kunjung tercapai dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan-kegelapan (Zhulumaat: kufur, syirik, fasik, lemah, bodoh, tertindas, miskin, dijajah, dianiaya, dan dalam keadaan terbelakang dalam segala bidang) menuju An Nur (kebalikan dari Zhulumaat, yaitu bertauhid, iman, kuat, pintar, cerdas, adil, aman, makmur, maju dan lain sebagainya).
Seperti kita ketahui, bahwa segala tipu daya dan kebatilan yang mereka resapkan sedikit demi sedikit telah masuk ke dalam kebudayaan Islam dan berakibat mengurangi peranan Islam dalam penyiaran ilmu pengetahuan yang telah membawa Eropa dari zaman pertengahan (masa kebodohan dan kegelapan) ke masa kejayaan masa modern (yang sekarang telah menjadi kebanggaan para Sarjana Barat).
Pihak Orientalisme berusaha keras menyerang Islam, dan menggerogoti da’wahnya, sebab mereka tidak mampu melepaskan diri dari pengaruh nafsu hendak memusuhi Islam yang mereka warisi. Usaha mereka itu tidak saja secara sembunyi-sembunyi dan menaburkan benih-benih keragu-raguan terhadap sumber Islam, memasukkan kebatilan-kebatilan ke dalam ajaran syari’at, menggiring ummat Islam ke dalam aliran fikiran yang sesat, dan menyerang bahasa Arab (bahasa al Qur’an), tapi juga terang-terangan membantu propaganda gerakan yang berselubung di bawah nama Islam yang menyesatkan.
Juga para Orientalis memonopoli semua mass media, yang digunakan untuk membinasakan dan menjauhkan ummat Islam dari agamanya, bahkan merusakkan putera-puteri Muslim yang belajar di sekolah-sekolah dan di negeri mereka.
Permusuhan yang dilakukan oleh kaum orientalis layaknya permusuhan yang dilakukan oleh kaum Quraisy pada masa da’wah Rosulullah Saw. Hanya saja Kaum Qiraisy berujung pada keislaman mereka sedangkan kaum orientalis masih teguh atas pendiriannya untuk menhacurkan Islam. Kaum orientalis melancarkan misinya tersebut melalui hembusan al waham (pendangkalan faham), dengan cara memutarbalikkan fakta, membuat hadits – hadits palsu, ataupun dengan pengkotak – kotakkan umat.

Bersambung ke PART 2

Keberartian dan Kerendahan


Laksana padi. Ia tumbuh hening di ladang. Tataplah ia dengan seksama, lembut dan nanar. Disana, dalam heningnya, ada banyak pelajaran mudah. Ia berdiri tegap. Menjulang tegak ke atas. Saat berbuah, ia merunduk ke bawah. Begitu meninggi ia merendah. Mungkin ini pelajaran kekuasaan yang paling berat. Sekilas perjalanan ini mengandung antagonisme. Si pemimpin harus belajar peran-peran antagonis.Tapi tidak antagonis pada dirinya sendiri. Merendah berarti mengerti asal-usul diri. Merendah berarti memahami perbedaan dan mengakui kesetaraan manusia. Merendah berarti percaya diri serta meyakini ini hanya sementara dan bukan tujuan akhir.
Kehebatanmu tidak akan berkurang ketika kamu merendah. Kekuasaanmu juga tidak hilang ketika kamu merendah. Engkau hanya meletakkan kekuasaanmu di tanganmu bukan di hatimu. Kamu hanya menyelamatkan dirimu sendiri dari dirimu sendiri.
Halangan yang paling berat adalah keberartian. Oohh…. seorang pemimpin sebenarnya mengalami kesulitan besar dalam memaknai dirinya, hidupnya. Sering pula khawatir jika ia tak berkuasa, keberartian dia di mata orang lain menurun. Darimanakah sumber keberartian itu? kekuasaan selalu membelokkannya kepada dirinya sendiri. Seorang pemimpin cenderung mengidentifikasi dirinya dengan kekuasaannya. Ia bermakna karena ia berkuasa. ia selamanya memerlukan kekuasaan itu. itu yang membuatnya merasa berarti. kekuasaan memberinya begitu banyak kenyamanan psikologis.

Maka sangat sulit baginya untuk tidak membutuhkan kekuasaan. Apalagi menjadi zuhud. teramat sulit baginya untuk merendah. Karena pengakuan, kehormatan, ketundukan, sanjungan kekaguman,dan kerinduan saat-saat berharga maupun bercengkerama adalah kenyamanan-kenyamanan psikologis yang justru hanya dia peroleh dari kekuasaan. Teramat sulit melepas semua dengan enteng dan tersenyum. Apalagi hampir seluruh waktu dan energi serta cucuran keringat dan air mata telah tumpah ruah.
Akarnya ada pada struktur mentalitas para pemimpin, menyadari antagonism antara kekuasaan yang ada di tangan yang pasti sirna dengan Kampung akhirat, antara amanah dan kerendahan hati, antara kehebatan dan keterbatasan. Sepertinya itulah pelajaran yang paling rumit;menerima takdir kepahlawanan yang terbatas dengan rendah hati. Sebab kita hanya manusia biasa.
Begitu sang khalifah yang menguasai lebih dari separuh dunia itu tertidur di masjid. Seperti kebanyakan penduduk. Umar pun berteduh di masjid saat siang hari. Terik siang di Madinah amat sangat membakar seperti semburan hawa panas api. Wajahnya lepas saat tidur pulas tanpa bantal. Tanpa beban. Tanpa rasa takut. Bebas. Sepenuhnya bebas. Sampai-sampai utusan raja romawi tidak percaya menyaksikan pemandangan itu. kemana para pengawal? Tidak takutkah ia ? Tidakkah ia merasa tak berarti dia saat tak didampingi? dan Hafez Ibrahim, penyair dari tanah Mesir yang ada di era umar, menangkap kebingungan utusan sang Raja Romawi tersebut. Maka Ia menuangkannya dalam sajaknya “ Maka, pulaslah tidurmu saat keadilanmu…”
Hampir seratus tahun kemudian, buyut sang khalifah, seseorang digelari Khalifah Rasyidin kelima, Umar bin Abdul Azia, menghembuskan nafas terakhirnya setelah melafazkan ayat ini, “ itulah negeri akhirat. Kami berikan kepada mereka yang tidak menghendaki ketinggian di dunia dan tidak juga berbuat kerusakan.”
Atau Terperanjat dan menangisnya Umar Bin Khattab ketika melihat Rasulullah Saw terbangun dengan pipi masih terdapat bekas alas tikar kurma,.
Mereka meninggi ketika merendah. Dan kezuhudan adalak milik para pemimpin yang kekuasaannya tidak pernah diberikan izin untuk sampai hinggap di hatinya.pemimpin yang tegar menghadapi cobaan kekuasaan, melawan tirani, mempunyai kearifan sebagai pembangun kekuasaan, dan sekaligus bertangan dingin sebagai zahid dalam memegang kekuasaan. Wajarlah bila Abu Bakar berucap “Ya Allah ampunilah hamba atas apa yang orang lain tidak ketahui dalam diri hamba. Dan jadikan hamba lebih baik dari apa yang mereka pikirkan”.
Jika sampai waktunya, lepaslah dengan enteng dan tersenyumlah sambil berkata: Aku hanya mencari pandangan Allah bukan mencari pandangan manusia. Aku hanya ingin agar Allah mencintaiku dengan cara ini. Jika selama perjalanan, bosan, gundah gulana dan sakit yang kau rasakan maafkanlah diriku dan ketahuilah Engkau Berbai’at pada Allah, Rasul dan Jamaah, bukan kepada diri ini. Urusanku hanya sampai pada memimpinmu, sisa perkerjaanmu yang tak selesai adalah tanggung jawab engkau pada Allah.
Tertanda

Johandri Dhuha, 18 februari 2011

Minggu, 23 Januari 2011

Negeri, Narasi, dan Pemuda


Ooh di negeri ini.. banyak harapan rakyat belum terwujud, Satu per satu sendi bangunan negeri kita yang roboh karena krisis demi krisis belum tegak di setiap sudut vital. Perubahan belum terasa signifikan. Apatah lagi ditambah perilaku penguasa yang tidak sedang membangun negeri ini, namun sibuk dengan kekuasaannya. Krisis pasti melanda kehidupan suatu negeri, dan merupakan takdir pembelajaran semua bangsa. Namun yang memiriskan hati adalah ketika krisis terjadi, kita justru mengalami kelangkaan pemimpin yang “negarawan dan pahlawan”. inilah yang paling berbahaya, sebab disini tersimpan isyarat terpuruknya suatu bangsa.

Negeri ini membutuhkan generasi anak muda yang siap menjadi pengganti dan mewarisi nilai-nilai yang sama dengan nilai yang dimiliki Umar bin khatab, Khalid bin walid, Shalahudin dan teladan Islam lainnya yang diwariskan oleh Muhammad saw. Anak muda yang cemerlang karena misi dan pribadinya adalah muara dari pertemuan narasi(wahyu) dengan qudwah (keteladanan pembawa risalah). Narasi abadi yang diturunkan kepada seluruh umat manusia dari sejak diturunkan sampai akhir sejarah manusia akan selalu otentik dan terjaga autentitasnya, waqiiyah (sesuai dengan konteks waktu manapun) dan insaniyah (sesuai dalam menyelesaikan permasalahan manusia). Narasi yang berawal pembelajaran berujung kesempurnaan. Risalah kenabian yang dibuka dengan perintah membaca, dan selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari, Allah tutup dengan pernyataan penyempurnaan dan keridhoan “Hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu, dan kusempurnakan pula nikmatKu untukmu, dan Aku ridho islam sebagai agamamu”.

Si pembawa dan pengajarnya, Karena amat cintanya dengan Ali yang tidur di pangkuannya. Muhammad pernah memperlambat tergelincirnya matahari terbenam Muhammad bisa menyembuhkan seperti Isa. Mampu membelah lautan seperti Musa. Bahkan bulan pun dibelahnya. Malaikat gunung pun pernah meminta beliau menyetujui menghancurkan Thoif, dan beliau menolaknya. Muhammad punya dua jenis kekuatan itu: soft power dan hard power. Muhammad memiliki hampir semua mukjizat yang pernah dimiliki nabi dan Rasul sebelumnya. Tapi beliau selalu menghindari penggunaannya sebagai alat untuk meyakinkan orang kepada agama yang dibawanya. Beliau memilih kata. Beliau memilih narasi. karena itu mukjizatnya adalah Al Qur’an. Karena itu sabdanya pun diatas semua kata yang mungkin diciptakan oleh manusia.

Narasi memiliki sifat menembus tembok penglihatan manusia menuju akal dan hatinya. jauh lebih dalam daripada apa yang mungkin bisa dirasakan manusia yang kaget terbelalak seketika saat menyaksikan laut terbelah, atau saat menyaksikan orang buta melihat kembali.

Kesadaran anak muda akan Islam sebagai jalan hidup dan narasi(qur’an) sebagai panduannya (guide) inilah yang mesti dikembalikan lagi ke bingkai pikiran mereka. Umar bin Khatthab pernah mengatakan: “Setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”. Banyak prestasi anak muda di masa lalu yang mengubah arah sejarah bangsa, dan sekarang industri kepemimpinan Muslim Negarawan (KAMMI) mesti menghadirkan kembali anak muda cemerlang yang dulu pernah menghiasi langit dunia Islam. Menempa hakikat keimanan mereka dengan tarbiyah, mengelola mereka dengan kompetensi eksekusi yang mumpuni dalam upaya merealisasikan kebaikan serta memantapkan mereka agar memiliki kapasitas sebagai pemimpin Negara yang bisa didistribusikan kemana pun. Para pemuda yang memiliki akal-akal besar menjalankan politik kemanusiaan di tengah politik kepentingan.

Agar industri kepemimpinan ini mampu leading, maka ada tiga hal yang harus dimiliki:Pertama, narasi yang besar. Kita hanya akan memimpin apabila kita membawa gagasan besar yang dapat merangkul dan mewadahi seluruh harapan dan energi masyarakat. Gagasan itulah yang memberi kanal yang dapat menyalurkan energi yang ada pada masyarakat dan mengubahnya menjadi harapan bersama yang mencerahkan. Dahulu Gajah Mada memiliki gagasan besar yang namanya Nusantara, ketika perjuangan melawan penjajah banyak melalui perjuangan kedaerahan maka lahir gagasan besar dengan Lahirnya Sumpah Pemuda dan berdirinya organisasi-organisasi perjuangan kemerdekaan, Soekarno datang dengan satu ide besar yaitu revolusi. Soeharto datang dengan ide besar namanya Pembangunan. Kita datang dengan ide besar yang bernama apa.? Dan Narasi Next Indonesia kita bagaimana formatnya ?

Penciptaan oleh manusia pertama kali terjadi di alam pikiran, di alam jiwa. Baru kemudian terealisasi di alam nyata. Semua yang menjadi mungkin dalam ruang pikiran kita, menjadi mungkin dalam alam realita. Jadi kalau di dalam ruang pemikiran itu isinya adalah pikiran pesimiss sesuatu yang tidak mungkin, lebih tidak mungkin lagi di alam nyata. Karena itulah makin besar ide seseorang, makin besar ruang realitanya juga. Seperti saat Imam Syahid menjelaskan tahapan-tahapan dakwah, yang terakhir adalah ustadziyyatul alam. Pada waktu itu Mesir masih dijajah Inggris. Jadi kalau pada kondisi seperti itu saja beliau memiliki cita-cita besar seperti itu. Inilah adalah penjelasan kenapa jamaah islam terbesar di dunia ini terus tumbuh karena idenya melampaui jamannya. Konsepnya tarbiyah, ide tentang sarananya lebih brilian lagi yakni adalah organisasi. Sasarannya Membentuk Pribadi muslim, Keluarga Muslim, Masyarakat yang berafiliasi terhadap Islam, Bangsa dan Negara yang Islami yang terakhir adalah Soko Guru seluruh alam. Idenya lebih besar karena itu ruang kemungkinannya lebih besar lagi. Bahkan ide-ide kecil menemani dan tumbuh dalam ruang tampung ide-ide besar itu, seperti fiqih dakwah, idarat tandzhim, idaratul jamaah, idarat dakwah, fiqih daulah, dan masih banyak lagi,

Kedua, Kapasitas. Gagasan besar itu hanya akan menjadi realitas kalau ada kapasitas yang memadai baik pada skala individu maupun struktur organisasi yang dapat mengeksekusi gagasan. Satu-satunya cara yang mesti ditempuh adalah mengembangkan kapasitas internal kita secara berkesinambungan. Dan kapasitas yang mesti diproduksi oleh industri ini adalah kapasitas yang diperlukan untuk mengelola negara yakni kompetensi eksekusi. Dimana cita-cita persoalan kita kedepan menemukan keseimbangan antara demokrasi dan kesejahteraan. Dan dalam situasi seperti sekarang ini ada segitiga kekuasaan yang mesti didistribusikan anak-anak muda pembelajar yang siap menempa kompetensi eksekusinya. Segitiga kekuasaan yang merupakan panggung eksis Indonesia yakni; Negara, pasar dan rakyat. Jika kita ingin menjadi Islamic Strong State kita mesti mendistribusikan kekuasaan (orang,kekuatan, dan kebaikan) di segitiga ini. Negara pelaku utamanya adalah politisi, birokrat dan milikter. Pasar pelaku utamanya adalah pengusaha. Sedang rakyat yang menjadi pelaku pengarahnya adalah informal leader (artis, budayawan, tokoh,agamawan).

Saat ini kita berpikir bagaimana membesarkan organisasi dakwah ini, ke depan tidak hanya sekedar itu tetapi, bagaimana membesarkan bangsa. Bagaimana The Next Indonesia.!! Kita kedepan pasti memiliki ide, punya narasi yang kita tawarkan kepada public. Kita akan menjadi leader. Oleh karena itu kapasitas pertama seorang leader adalah penarasian. Kemampuan menguasai orang melalui kata. Itulah yang menjelaskan kenapa Soekarno masih eksis sampai sekarang. Dan itu juga yang menjelaskan kenapa mukjizar Rasululllah saw adalah kata Al Qur’an. Itu yang membuat ummat Muhammad lebih banyak daripada nabi yang lain. Kapasitas pertama yang harus kita miliki penarasian, yang akan didapatkan jika dia menjadi seorang penulis dan juga seorang orator. Tidak bisa ditawar lagi. Dan kedepan generasi anak-anak muda KAMMI KALTIM sebaiknya seorang penulis dan public speaker handal. Itu maharat aqliyah.

Ketiga adalah sumber daya. Dalam segala bentuknya, seperti informasi, pengetahuan, sarana, financial dan lain-lain adalah sarana yang diperlukan untuk mengeksekusi. Agar kita faham dalam melakukan pembacaan terhadap negara yang sangat besar ini, Negara benua dengan penduduk 230 juta jiwa maka pengetahuan demografis, sosiologis manusia menjadi teramat penting.

Makin besar narasi, kapasitas dan sumber daya kita, makin besar kemampuan kita mengeksekusi. Sesudah itu hanya menunggu momentum yang hanya masalah waktu saja. Wallhualam bi shawab

Tertanda

Johandri

Jumat, 14 Januari 2011

Kekuasaan dan Kezuhudan


Sepertiga malam terakhir. Si pemimpin, seorang laki-laki, duduk di tengah mihrabnya. Sendiri. Tangannya menengadah ke langit. Air matanya tumpah ruah. Lirih benar ketika doanya memecah sunyi, “Rabb, biarlah dunia ini hanya ada dalam genggaman tanganku. Jangan biarkan ia masuk ke dalam hatiku.”

Ia sadar ia berada di puncak. Tapi, ia juga ada di ujung goresan pena salah satu bab buku kehidupan. Ia hanya ingin menyelesaikan goresan pena kehidupan yang satu ini dengan kebaikannya. Tapi, bujukan kekuasaan memang terlalu dahsyat untuk diremehkan.

Melawan dalam sunyi itu sulit. Sangat Sulit. Membangun dalam hening itu berat. Terlalu berat. Tetapi, meremehkan kekuasaan yang ada dalam genggaman tangan, meninggalkannya dengan sadar dan enteng, mungkin jauh lebih susah. Jauh lebih berat. Inilah kekuasaan. Kunci dunia yang memberi:kebesaran, kehormatan, kewibawaan dan popularitas. Semuanya. Itulah yang dibangun dari perlawanan berdarah-darah. Kerja panjang dalam hening dan sepi. Sekarang, ketika sudah mendapatkannya, harus melepasnya, dengan sadar dan enteng, sambil tersenyum.

Inilah sisi ketiga dari kepemimpinan seseorang yang diceritakan kekuasaan: kezuhudan. Sadar bahwa diri tidak bekerja keras disini. Bahkan tidak berpikir disini. Sadar bahwa disini hanya menunaikan amanah, dan ini bukan yang dicari. Bukan !

Diri mesti berhati-hati dengan penglihatan sendiri! Mungkin telah salah lihat. Mungkin tertipu. Sedang berada di puncak, tapi sedang melangkah pada jengkal terakhir dari fase kehidupan yang satu ini. Apa yang ada disini dan terlihat di penglihatan bukanlah yang dicari. Ini hanya hiasan dunia yang mesti dilampaui. Tujuan yang hakiki ada di seberang sana, di balik fase ini. Di balik kesudahan seluruh bab kehidupan:akhirat.

Hanya ketika seseorang menetapkan misi hidup sebagai pencari akhirat, maka dirinya akan sanggup melampaui dunia:meremehkan kekuasaannya, meninggalkannya dengan sadar dan enteng. Itu sebabnya dengan kezuhudan, dunia tidak dinikmati secara berlebihan. Kekuasaan berubah menjadi beban yang menyesakkan dada. Bukan kehormatan yang membuat bangga.

“aku ingin melepas jabatan ini. aku sudah bosan dengan rakyatku. Mungkin juga mereka sudah bosan denganku.” Kata Umar bin Khattab suatu saat di tengah masa khilafahnya.

Lelaki itu…………….Ali bin Abi Thalib ra

tertanda: Johandri

Jumat, 20 Agustus 2010

Rahasia Besar Ramadhan; Kemenangan di Alam Jiwa


Ada sebuah rahasia besar yang tersimpan dalam peristiwa-peristiwa besar dalam Islam. Yaitu momentum/waktu yang dipilih Allah SWT untuk sederet peristiwa besar tersebut adalah bulan Ramadhan. Waktu yang sebenarnya menurut matematika bumi adalah waktu dimana terbayang letih, penat, dan keterbatasan waktu. Namun dalam matematika langit justru Ramadhan menghantar kaum muslimin meraih apapun tanpa batas, diluar logika matematika bumi.

Dalam tulisan 16 belas peritiwa besar ramadhan yang saya tulis sebelumnya, yang paling fenomenal adalah perang Badar yang terjadi pada Bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah. Setahun sebelum itu (perang badar) terjadi peristiwa-peristiwa (ekspedisi,spionase,dll) yang mengharuskan kaum muslimin bersiap siaga bila terjadi perperangan dalam skala besar. Akhirnya Rasul melakukan Pengkondisian dan persiapan perang kepada kaum muslimin, namun di luar dugaan perang malah terjadi di saat dimana Allah SWT pertama kali mewajibkan Ibadah Puasa kepada kaum muslimin. Jadi puncak pertarungan antara kebenaran dan kebathilan itu sengaja diskenariokan oleh Allah saat kaum muslimin sedang berpuasa.

Dalam perang-perang yang terjadi dalam bulan Ramadhan, (perang Badar khususnya) sesungguhnya terjadi dua kemenangan sekaligus. Kemenangan pertama adalah kemenangan di alam jiwa, kemenangan di alam ruh/spirit. Dari dialog-dialog yang dilakukan Rasulullah saw sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk Perang Badar, atau dialog antara Thariq bin Ziyad dengan pasukannya dalam penaklukan Andalus Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya:"Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian..", lalu pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan muslim melawan 100.000 tentara Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya Roderick.

kita bisa mendapatkan sebuah kesimpulan betapa pernyataan-pernyataan yang keluar dari mulut para sahabat beliau, atau kaum muslimin yang berperang dalam penaklukan Andalus menunjukkan bahwa mereka sedang berada dalam puncak keimanan, jiwa-jiwa mereka sedang kuat, obsesi mereka berada pada puncak tertinggi, spirit ketauhidan mereka melayang untuk bisa menuju surga, bahkan spirit itu sangat terasa kental diantara mereka sendiri hingga diantara mereka satu sama lain dapat saling menggetarkan hati dan mudah menangis karena ketakwaannya.Kepercayaan mereka sudah tidak terbatas pada Allah dan Rasulullah, bahkan ada sahabat yang berkata "Wahai Rasul, jika engkau masuk ke dalam samudera kami pun akan menyelami samudera bersamamu bahkan jika engkau berjalan menembus hamparan kobaran api kami pun akan ikut menembus api itu bersamamu". Tekad mereka telah membaja yang bahkan tidak terkalahkan dalam menegakkan kebenaran, keberanian yang memuncak dan tak ada satu pun dimuka bumi yang mereka takuti kecuali Allah dan Rasulnya serta kerinduan pada surga yang tidak bisa dirayu lagi dengan fananya dunia. Itu semua yang memberikan energi perlawanan yang sangat dahsyat. Spirit ketauhidan akan jaminan mati syahid itulah yang menyebabkan Belanda mundur dari Indonesia.

Itulah rahasianya;bahwa kemenangan yang "sesungguhnya" terjadi pertama kali di alam jiwa, "tegakkan islam di hatimu, maka islam akan tegak di bumimu" yakni ketika kepercayaan mengalahkan keraguan, ketaatan mengalahkan egoisme diri, harapan mengalahkan kecemasan, keberanian mengalahkan ketakutan, rindu pada surga adalah obsesi yang mengalahkan rayuan dunia, tekad membaja tidak tembus oleh keterbatasan fasilitas dan kelemahan, kebesaran musuh berubah menjadi hal yang kecil dalam pandangan jiwanya dan syahid amat mulia dalam dadanya.

Sebelum hijrah kaum muslimin terutama para sahabat sebagian masih menggunakan paradigma(kerangka berpikir/sudut pandang)kemanusiaannya (bashirah insaniyah) dalam memberikan penilaian atas apa yang terjadi pada diri mereka. namun saat mereka telah hijrah dan terusir dari negerinya, ke madinah dan menerima tempaan dari rasul, mereka beralih menggunakan paradigm ketuhanan (bashirah ilahiyah) karena itulah ideology islam membumi dan tegak serta kokoh di hati sanubari mereka.mereka tidak lagi melakukan perhitungan dengan angka matematis bumi tapi dengan perhitungan matematis langit.

Itulah pemaknaannya; bahwa sungguh pertempuran adalah bagian dari perang, dan perang yang sesungguhnya terjadi dalam semua dimensi. Buah kemenangan di dalam peperangan selalu diawali dengan kemenangan di alam jiwa, karena senjata tidaklah berdiri sendiri, karena organisasi tidak hanya sistem, karena segala apa yang dikendalikan bergantung pada unsur manusia-nya. Karena Organisasi akan kuat jika didukung oleh timyang super,karena sorotan mata seringkali lebih tajam daripada kilatan pedang,karena keberanian dan kewibawaan Umar lebih ditakuti syetan daripada yang lainnya, karena nama Khalid bin Walid lebih menakutkan daripada pasukannya,karena teriakan Al Qa'qa' bin 'Amr lebih menakutkan daripada seribu laki-laki.

Komitmen spiritual inilah yang membuat pertolongan Allah datang dalam situasi sangatsulit dan pelik. Persoalannya apakah rahasia dibalik kemenangan jiwa tersebut? Jawabannya adalah puasa. Puasa mengantar kita meraih semua kemenangan di Alam jiwa. Dan begitulah kenyataan sejarah mengajarkan pada kita, kaum muslimin selalu mencatat rekor-rekor kemenangan besar nan fantastis yang sangat menentukan dalam bulan ramadhan atau lebih tepatnya dalam keadaan berpuasa.

Kaum muslimin meraih kemenangan dalam perang-perang yang terjadi pada bulan ramadhan, dari perang badar, membebaskan kota Makkah. Muzaffar Qutthuz menaklukkan pasukan-pasukan Tartar dalam perang 'Ain Jalut. Sholahuddin Al Ayyubi mengusir pasukan salib dari tanah palestina dalam perang Hiththin.Thariq bin Ziyad menaklukkan Andalus. Atau kisah yang cukup dekat yakni Muhammad Al Fatih Murrad melakukan puasa sunnah 3 hari berturut-turut sebelum merebut konstatinopel.

Kemenangan di alam nyata adalah hasil dari kemenangan di alam jiwa. Dan kemenangan di alam jiwa mempunyai satu rahasia: puasa.

Mari kita semua meraih kemenangan di Alam jiwa. Sukses dalam menempuh Ibadah Ramadhan

Tertanda

Johandri

Rahasia Besar Ramadhan; Kemenangan di Alam Jiwa

Ada sebuah rahasia besar yang tersimpan dalam peristiwa-peristiwa besar dalam Islam. Yaitu momentum/waktu yang dipilih Allah SWT untuk sederet peristiwa besar tersebut adalah bulan Ramadhan. Waktu yang sebenarnya menurut matematika bumi adalah waktu dimana terbayang letih, penat, dan keterbatasan waktu. Namun dalam matematika langit justru Ramadhan menghantar kaum muslimin meraih apapun tanpa batas, diluar logika matematika bumi.

Dalam tulisan 16 belas peritiwa besar ramadhan yang saya tulis sebelumnya, yang paling fenomenal adalah perang Badar yang terjadi pada Bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah. Setahun sebelum itu (perang badar) terjadi peristiwa-peristiwa (ekspedisi,spionase,dll) yang mengharuskan kaum muslimin bersiap siaga bila terjadi perperangan dalam skala besar. Akhirnya Rasul melakukan Pengkondisian dan persiapan perang kepada kaum muslimin, namun di luar dugaan perang malah terjadi di saat dimana Allah SWT pertama kali mewajibkan Ibadah Puasa kepada kaum muslimin. Jadi puncak pertarungan antara kebenaran dan kebathilan itu sengaja diskenariokan oleh Allah saat kaum muslimin sedang berpuasa.

Dalam perang-perang yang terjadi dalam bulan Ramadhan, (perang Badar khususnya) sesungguhnya terjadi dua kemenangan sekaligus. Kemenangan pertama adalah kemenangan di alam jiwa, kemenangan di alam ruh/spirit. Dari dialog-dialog yang dilakukan Rasulullah saw sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk Perang Badar, atau dialog antara Thariq bin Ziyad dengan pasukannya dalam penaklukan Andalus Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya:"Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian..", lalu pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan muslim melawan 100.000 tentara Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya Roderick.

kita bisa mendapatkan sebuah kesimpulan betapa pernyataan-pernyataan yang keluar dari mulut para sahabat beliau, atau kaum muslimin yang berperang dalam penaklukan Andalus menunjukkan bahwa mereka sedang berada dalam puncak keimanan, jiwa-jiwa mereka sedang kuat, obsesi mereka berada pada puncak tertinggi, spirit ketauhidan mereka melayang untuk bisa menuju surga, bahkan spirit itu sangat terasa kental diantara mereka sendiri hingga diantara mereka satu sama lain dapat saling menggetarkan hati dan mudah menangis karena ketakwaannya.Kepercayaan mereka sudah tidak terbatas pada Allah dan Rasulullah, bahkan ada sahabat yang berkata "Wahai Rasul, jika engkau masuk ke dalam samudera kami pun akan menyelami samudera bersamamu bahkan jika engkau berjalan menembus hamparan kobaran api kami pun akan ikut menembus api itu bersamamu". Tekad mereka telah membaja yang bahkan tidak terkalahkan dalam menegakkan kebenaran, keberanian yang memuncak dan tak ada satu pun dimuka bumi yang mereka takuti kecuali Allah dan Rasulnya serta kerinduan pada surga yang tidak bisa dirayu lagi dengan fananya dunia. Itu semua yang memberikan energi perlawanan yang sangat dahsyat. Spirit ketauhidan akan jaminan mati syahid itulah yang menyebabkan Belanda mundur dari Indonesia.

Itulah rahasianya;bahwa kemenangan yang "sesungguhnya" terjadi pertama kali di alam jiwa, "tegakkan islam di hatimu, maka islam akan tegak di bumimu" yakni ketika kepercayaan mengalahkan keraguan, ketaatan mengalahkan egoisme diri, harapan mengalahkan kecemasan, keberanian mengalahkan ketakutan, rindu pada surga adalah obsesi yang mengalahkan rayuan dunia, tekad membaja tidak tembus oleh keterbatasan fasilitas dan kelemahan, kebesaran musuh berubah menjadi hal yang kecil dalam pandangan jiwanya dan syahid amat mulia dalam dadanya.

Sebelum hijrah kaum muslimin terutama para sahabat sebagian masih menggunakan paradigma(kerangka berpikir/sudut pandang)kemanusiaannya (bashirah insaniyah) dalam memberikan penilaian atas apa yang terjadi pada diri mereka. namun saat mereka telah hijrah dan terusir dari negerinya, ke madinah dan menerima tempaan dari rasul, mereka beralih menggunakan paradigm ketuhanan (bashirah ilahiyah) karena itulah ideology islam membumi dan tegak serta kokoh di hati sanubari mereka.mereka tidak lagi melakukan perhitungan dengan angka matematis bumi tapi dengan perhitungan matematis langit.

Itulah pemaknaannya; bahwa sungguh pertempuran adalah bagian dari perang, dan perang yang sesungguhnya terjadi dalam semua dimensi. Buah kemenangan di dalam peperangan selalu diawali dengan kemenangan di alam jiwa, karena senjata tidaklah berdiri sendiri, karena organisasi tidak hanya sistem, karena segala apa yang dikendalikan bergantung pada unsur manusia-nya. Karena Organisasi akan kuat jika didukung oleh timyang super,karena sorotan mata seringkali lebih tajam daripada kilatan pedang,karena keberanian dan kewibawaan Umar lebih ditakuti syetan daripada yang lainnya, karena nama Khalid bin Walid lebih menakutkan daripada pasukannya,karena teriakan Al Qa'qa' bin 'Amr lebih menakutkan daripada seribu laki-laki.

Komitmen spiritual inilah yang membuat pertolongan Allah datang dalam situasi sangatsulit dan pelik. Persoalannya apakah rahasia dibalik kemenangan jiwa tersebut? Jawabannya adalah puasa. Puasa mengantar kita meraih semua kemenangan di Alam jiwa. Dan begitulah kenyataan sejarah mengajarkan pada kita, kaum muslimin selalu mencatat rekor-rekor kemenangan besar nan fantastis yang sangat menentukan dalam bulan ramadhan atau lebih tepatnya dalam keadaan berpuasa.

Kaum muslimin meraih kemenangan dalam perang-perang yang terjadi pada bulan ramadhan, dari perang badar, membebaskan kota Makkah. Muzaffar Qutthuz menaklukkan pasukan-pasukan Tartar dalam perang 'Ain Jalut. Sholahuddin Al Ayyubi mengusir pasukan salib dari tanah palestina dalam perang Hiththin.Thariq bin Ziyad menaklukkan Andalus. Atau kisah yang cukup dekat yakni Muhammad Al Fatih Murrad melakukan puasa sunnah 3 hari berturut-turut sebelum merebut konstatinopel.

Kemenangan di alam nyata adalah hasil dari kemenangan di alam jiwa. Dan kemenangan di alam jiwa mempunyai satu rahasia: puasa.

Mari kita semua meraih kemenangan di Alam jiwa. Sukses dalam menempuh Ibadah Ramadhan

Tertanda

Johandri

Rahasia Besar Ramadhan; Kemenangan di Alam Jiwa

Ada sebuah rahasia besar yang tersimpan dalam peristiwa-peristiwa besar dalam Islam. Yaitu momentum/waktu yang dipilih Allah SWT untuk sederet peristiwa besar tersebut adalah bulan Ramadhan. Waktu yang sebenarnya menurut matematika bumi adalah waktu dimana terbayang letih, penat, dan keterbatasan waktu. Namun dalam matematika langit justru Ramadhan menghantar kaum muslimin meraih apapun tanpa batas, diluar logika matematika bumi.

Dalam tulisan 16 belas peritiwa besar ramadhan yang saya tulis sebelumnya, yang paling fenomenal adalah perang Badar yang terjadi pada Bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah. Setahun sebelum itu (perang badar) terjadi peristiwa-peristiwa (ekspedisi,spionase,dll) yang mengharuskan kaum muslimin bersiap siaga bila terjadi perperangan dalam skala besar. Akhirnya Rasul melakukan Pengkondisian dan persiapan perang kepada kaum muslimin, namun di luar dugaan perang malah terjadi di saat dimana Allah SWT pertama kali mewajibkan Ibadah Puasa kepada kaum muslimin. Jadi puncak pertarungan antara kebenaran dan kebathilan itu sengaja diskenariokan oleh Allah saat kaum muslimin sedang berpuasa.

Dalam perang-perang yang terjadi dalam bulan Ramadhan, (perang Badar khususnya) sesungguhnya terjadi dua kemenangan sekaligus. Kemenangan pertama adalah kemenangan di alam jiwa, kemenangan di alam ruh/spirit. Dari dialog-dialog yang dilakukan Rasulullah saw sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk Perang Badar, atau dialog antara Thariq bin Ziyad dengan pasukannya dalam penaklukan Andalus Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya:"Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian..", lalu pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan muslim melawan 100.000 tentara Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya Roderick.

kita bisa mendapatkan sebuah kesimpulan betapa pernyataan-pernyataan yang keluar dari mulut para sahabat beliau, atau kaum muslimin yang berperang dalam penaklukan Andalus menunjukkan bahwa mereka sedang berada dalam puncak keimanan, jiwa-jiwa mereka sedang kuat, obsesi mereka berada pada puncak tertinggi, spirit ketauhidan mereka melayang untuk bisa menuju surga, bahkan spirit itu sangat terasa kental diantara mereka sendiri hingga diantara mereka satu sama lain dapat saling menggetarkan hati dan mudah menangis karena ketakwaannya.Kepercayaan mereka sudah tidak terbatas pada Allah dan Rasulullah, bahkan ada sahabat yang berkata "Wahai Rasul, jika engkau masuk ke dalam samudera kami pun akan menyelami samudera bersamamu bahkan jika engkau berjalan menembus hamparan kobaran api kami pun akan ikut menembus api itu bersamamu". Tekad mereka telah membaja yang bahkan tidak terkalahkan dalam menegakkan kebenaran, keberanian yang memuncak dan tak ada satu pun dimuka bumi yang mereka takuti kecuali Allah dan Rasulnya serta kerinduan pada surga yang tidak bisa dirayu lagi dengan fananya dunia. Itu semua yang memberikan energi perlawanan yang sangat dahsyat. Spirit ketauhidan akan jaminan mati syahid itulah yang menyebabkan Belanda mundur dari Indonesia.

Itulah rahasianya;bahwa kemenangan yang "sesungguhnya" terjadi pertama kali di alam jiwa, "tegakkan islam di hatimu, maka islam akan tegak di bumimu" yakni ketika kepercayaan mengalahkan keraguan, ketaatan mengalahkan egoisme diri, harapan mengalahkan kecemasan, keberanian mengalahkan ketakutan, rindu pada surga adalah obsesi yang mengalahkan rayuan dunia, tekad membaja tidak tembus oleh keterbatasan fasilitas dan kelemahan, kebesaran musuh berubah menjadi hal yang kecil dalam pandangan jiwanya dan syahid amat mulia dalam dadanya.

Sebelum hijrah kaum muslimin terutama para sahabat sebagian masih menggunakan paradigma(kerangka berpikir/sudut pandang)kemanusiaannya (bashirah insaniyah) dalam memberikan penilaian atas apa yang terjadi pada diri mereka. namun saat mereka telah hijrah dan terusir dari negerinya, ke madinah dan menerima tempaan dari rasul, mereka beralih menggunakan paradigm ketuhanan (bashirah ilahiyah) karena itulah ideology islam membumi dan tegak serta kokoh di hati sanubari mereka.mereka tidak lagi melakukan perhitungan dengan angka matematis bumi tapi dengan perhitungan matematis langit.

Itulah pemaknaannya; bahwa sungguh pertempuran adalah bagian dari perang, dan perang yang sesungguhnya terjadi dalam semua dimensi. Buah kemenangan di dalam peperangan selalu diawali dengan kemenangan di alam jiwa, karena senjata tidaklah berdiri sendiri, karena organisasi tidak hanya sistem, karena segala apa yang dikendalikan bergantung pada unsur manusia-nya. Karena Organisasi akan kuat jika didukung oleh timyang super,karena sorotan mata seringkali lebih tajam daripada kilatan pedang,karena keberanian dan kewibawaan Umar lebih ditakuti syetan daripada yang lainnya, karena nama Khalid bin Walid lebih menakutkan daripada pasukannya,karena teriakan Al Qa'qa' bin 'Amr lebih menakutkan daripada seribu laki-laki.

Komitmen spiritual inilah yang membuat pertolongan Allah datang dalam situasi sangatsulit dan pelik. Persoalannya apakah rahasia dibalik kemenangan jiwa tersebut? Jawabannya adalah puasa. Puasa mengantar kita meraih semua kemenangan di Alam jiwa. Dan begitulah kenyataan sejarah mengajarkan pada kita, kaum muslimin selalu mencatat rekor-rekor kemenangan besar nan fantastis yang sangat menentukan dalam bulan ramadhan atau lebih tepatnya dalam keadaan berpuasa.

Kaum muslimin meraih kemenangan dalam perang-perang yang terjadi pada bulan ramadhan, dari perang badar, membebaskan kota Makkah. Muzaffar Qutthuz menaklukkan pasukan-pasukan Tartar dalam perang 'Ain Jalut. Sholahuddin Al Ayyubi mengusir pasukan salib dari tanah palestina dalam perang Hiththin.Thariq bin Ziyad menaklukkan Andalus. Atau kisah yang cukup dekat yakni Muhammad Al Fatih Murrad melakukan puasa sunnah 3 hari berturut-turut sebelum merebut konstatinopel.

Kemenangan di alam nyata adalah hasil dari kemenangan di alam jiwa. Dan kemenangan di alam jiwa mempunyai satu rahasia: puasa.

Mari kita semua meraih kemenangan di Alam jiwa. Sukses dalam menempuh Ibadah Ramadhan

Tertanda

Johandri

Air Mengalir hanya Malam Hari


SAMARINDA – Persoalan air masih saja dikeluhkan warga Samarinda. Keluhan ini dilontarkan sebagian pelanggan yang menetap di Jalan M Yamin, Wahid Hasyim, Pramuka dan Suwandi karena sudah berbulan-bulan tak kunjung mendapatkan pelayanan yang baik.

Johandri, Ketua KAMMI Kaltim menuturkan air PDAM di beberapa kawasan itu seringkali tidak mengalir di siang hari dan baru mengalir di malam hari. "Bahkan ada yang hanya mengalir satu pekan sekali. Begitu pula di Jalan Siti Aisiyah dan daerah Telok Lerong Ilir. Hal ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi penjual warung-warung kecil dan kos-kosan mahasiswa," kata Johandri, Senin (16/8).

Untuk memenuhi kebutuhan air, mau tak mau warga menyiasatinya dengan membeli air di luar air PDAM. "Terpaksa merogoh kocek Rp 50.000 per sekali pengisian. Padahal PDAM Samarinda masuk sebagai lima PDAM di Kaltim yang mampu meraih laba sesuai audit dari BPKP Kaltim. Kenaikan tarif PDAM hingga 40 persen rupanya belum menjadi jaminan pendistribusian air bersih kepada masyarakat tak mengalami kendala," kata Johandri.

Menyikapi hal tersebut, KAMMI mendesak PDAM Samarinda untuk segera memperbaiki dan mengangani pengelolaan distribusi air dan menanggapi keluhan masyarakat Samarinda. "PDAM juga mesti meminta maaf pada pelanggan yang di daerahnya mengalami gangguan air," ujarnya.

Johandri berjanji KAMMI dan seluruh elemen mahasiswa akan berdemonstrasi dalam membela hak rakyat yang tidak terlayani dengan baik oleh PDAM Samarinda. "Kami juga akan segera melakukan riset terkait gangguan mengalirnya air yang terjadi dan membeberkan pada masyarakat," kata Johandri. Sayangnya, Syarif Rahman Hakim Humas PDAM Samarinda belum bisa dikonfirmasi mengenai keluhan ini. (may)

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/64498

Selasa, 10 Agustus 2010

Ramadhan Memerdekakan Tanggung Jawab Sosial Kita


Salah satu hikmah berpuasa adalah turut merasakan kesulitan yang dialami orang-orang miskin. Karena itu, puasa di Bulan Ramadhan bagi bangsa Indonesia bukanlah suatu kewajiban, tapi kebutuhan. Maklum, jurang si kaya dan si miskin di negeri ini amat curam.

Dalam nuansa 65 tahun Kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan Ibadah Ramadhan punya makna tersendiri. Sejenak kita dihadapkan pada kesadaran bahwa ternyata, bangsa ini belum merdeka seutuhnya. Bangsa ini belum Merdeka dari Kemiskinan, dari Perilaku korupsi dan keegoisan pejabatnya terhadap kekuasaan, bangsa ini belum merdeka dari kondisi ekonomi yang belum ideal dan kuat. Sudah saatnya ramadhan memerdekakan kaum dhuafa dan membebaskan kekikiran para pengusaha yang tidak mau berzakat. Kita menginginkan zakat menghasilkan pemberdayaan yang mandiri, bukan untuk dibanggakan jumlahnya saat laporan Masjid. Sudah saatnya zakat menjadi Program Pemberdayaan Kemandirian Masyarakat. Agar zakat bisa mengurangi angka kemiskinan. Itu baru zakat yang progresif.

Ketika kita mau sejenak saja menyelami samudera kehidupan kaum dhuafa beserta air matanya, berpuasa bagi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan dan mereka yang nyaris-nyaris miskin, adalah realita keseharian mereka. Jadi tidak perlu dibahas lagi. Tanpa diwajibkan pun, mereka biasa menahan lapar. Setidaknya dengan banyak acara bersama yang diselenggarakan banyak pihak bagi mereka, ada sedikit perbaikan gizi.

Berpuasa justru dibutuhkan bagi warga bangsa yang hidup berada jauh diatas garis kemiskinan. Minimal, berpuasa bisa menjadi treatment bagi permasalahan kesehatan mereka. karena dengan berpuasa, kebiasaan mengkonsumsi gizi berlebihan dapat dihindarkan. Jika mau masuk ke area yang lebih filosofis lagi, berpuasa bagi warga bangsa yang jauh dia atas garis kemiskinan dilakukan untuk memekakan hati nurani mereka. menghadirkan lagi rasa sensitifitas bahwa mereka punya kewajiban. Kewajiban itu bernama tanggung jawab sosial.

Tanggung jawab sosial. Inilah karakter yang kini hilang dari jati diri bangsa kita. Banyak contoh kecil yang bisa menjadi cermin. Masih adakah telepon umum hidup dan terawat di sekeliling kita ? berapa banyak bangkai tikus mejret terlindas kendaraan di jalan raya? Di tempat umum manakah bisa kita dapati bersih tanpa sampah berserakan? Berapa banyak zakat yang dikelola professional dan mampu memandirikan serta memberdayakan masyarakat?

Kabar tentang hilangnya karakter tanggung jawab sosial dari jatidiri bangsa kita, setiap hari kita peroleh di media massa. Uang Negara dikelola tanpa mengindahkan aturan, bahkan sering pula aturannya tak jelas. Pungutan liar dan kreatifitas segelintir memanfaatkan celah-celah untuk mengambil manfaat untuk korupsi. Banyak pejabat yang memiliki rekening berisi uang rakyat yang tidak punya mekanisme tanggung jawab dalam menggunakannya. Dan masih banyak yang lain lagi.

Jika kita buat daftar, banyak kasus yang tidak jelas siapa yang harus bertanggungjawab. Kasus teranyar ledakan tabung gas elpiji, pengemplang pajak, korupsi pajak, BLBI, Lumpur lapindo. Siapa yang harus bertanggung jawab?
Jawabannya tidak ada, semua diam. Semua lempar batu sembunyi tangan. Semua pihak yang punya kewenangan mengurainya, hanya memberi jawaban kepada kita, “oknum” atau “aktor intelektual” yang harus bertanggung jawab. Siapa? Au ah gelap! Karena untuk menangkap yang jelas dan ada fotonya saja seperti Anthony salim, Anggoro Widjoyo, aparat tidak mampu.

Mari kita bangun tanggung jawab sosial yang sudah menjadi jati diri bangsa kita. Jangan biarkan bangsa ini berjalan tak tentu arah, ummat ini bertambah buruk dari hari ke hari. Mari berikan kontribusi kita minimal sebagai putra dan putri bangsa. Jangan engkau biarkan mahasiswa yang berdemonstrasi di pinggir jalan tak engkau berikan dukungan. Jangan biarkan mahasiswa, pelajar, adik-adik kita yang berprestasi dan mengharumkan bangsa ini dengan menjuarai olimpiade ilmiah maupun olahraga menjadi sedih dan kecewa terhadap kondisi bangsa. Jangan biarkan kaum dhuafa menyesal dan kecewa terhadap perhatian dan perlindungan ekonomi terhadap orang miskin yang ada dan tiadanya tak ubahnya sama. Ulurkan tangan kita. Singsingkan lengan baju kita. Berikan kontribusimu. Indonesia menunggu.
Merdeka !!!

Tertanda
Johandri

Rabu, 04 Agustus 2010

Pesan untuk Aktivis Muslim di Bulan Ramadhan


Mobilisasi dakwah menemukan momentumnya di Bulan ramadhan. Berharap dai&aktivis muslim, tak hanya tampil layakya rutinitas biasa namun sebagai momen perubahan yang membawa pesan substansial
Hampir seluruh media menampilkan ceramah, Televisi, radio, Koran, dan Talkshow, Tabligh akbar, mimbar-mimbar tarawih, sahur bersama atau sekedar pengisi waktu menjelang berbuka. Alangkah dashyatnya jika kesempatan tersebut kita jadikan sebagai momentum untuk mobilisasi hal-hal yang mendasar tentang kebenaran islam. Tidak hanyut dalam setting hiburan, tertawa tak tentu arah, dan akhirnya hanya memberikan sedikit bekas pada diri ummat. Padahal, kesempatan sudah tersedia, tersebar luas on air, biaya penyiaran yang besar dan effort yang tidak ringan. Semestinya menjadi fasilitas yang tidak boleh disia-siakan.

Memilih agenda-agenda dan tema yang menarik serta substansial sangatlah fundamen untuk disampaikan pada masyarakat. Masyarakat harus diajak melupakan budaya sebagai pendengar yang terhibur dengan tontonan. Aktivis muslim dan da’i harus banyak memberikan inspirasi dan pembagian-pembagian nilai-nilai ideologis yang dapat memberi pembelajaran baik secara ilmu, maupun sikap.

Secara sederhana tugas seorang da’I dan aktivis muslim terangkum dalam ayat Allah,”Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS Al baqarah :151). Dalam ayat diatas, Allah memberikan tugas kepada Rasulullah saw. Setidaknya ada 3 perkara. Menyampaikan ayat-ayat-Nya, mensucikan ummat-Nya, mengajarkan Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan ilmu pengetahuan untuk ummat islam.

Sampaikan ayat-ayat Allah, tak ada yang lebih utama yang disampaikan oleh lisan dan ditelurkan oleh pikiran, kecuali membersihkan kembali akidah dan meluruskan kembali Tauhid. Pertama, Menyampaikan tentang diri-Nya, sifat-sifat-Nya dan juga tentang kebesaran-Nya, Kedua tentang kabar dan berita, sejarah yang telah berlaku, sedang terjadi dan akan terwujud nanti. Ketiga tentang seluruh perintah-Nya, baik yang bersifat larangan maupun yang bernada seruan. Kita mengharapkan sekali bahwa terbentuk kesolehan pribadi dan sosial. Oleh karena itu da’i&aktivis muslim harus cermat dalam mengamati perilaku dan apakah terjadi perubahan budaya masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Parameter yang kita gunakan adalah perubahan yang terjadi di masyarakat. Sebagai da’I dan aktivis muslim yang menjadi pembawa gerbong ilmu islam dan ideology islam haruslah punya kemauan kuat merubah kultur menjadi (meningkatnya orang yang soleh pribadi dan soleh sosial) dengan cerminnya adalah perilaku mereka. kita sangat rindu dengan ceramah-ceramah di masyarakat yang menyampaikan tentang ceramah progresif, kemajuan bangsa, fokus pada pembangunan izzah ummat islam dan nilai-nilai ideologis yang membuat mereka rindu dengan masjid sebagai tempat belajar serta melantunkan doa-doa progresif.

Harapan pribadi saya sesampainya dalam beberapa tahun ke depan. Ketika ada permasalahan ummat semisal palestina, maka isi khutbah di masjid menyampaikan tentang pembelaan terhadap bangsa palestina, tidak seperti sekarang, di Samarinda sehari setelah palestina diserang, keesokan harinya bisa dihitung dengan jari berapa masjid di samarinda yang menyampaikan khutbah sesuai dengan progresifitas yang saya harapkan. Begitu pula tentang Ceramah yang kontemporer tentang korupsi dll.

Ajakan Mensucikan Diri, Tazkiyatun nafs. Bagaimana kemudian di bulan Ramadhan ini ajakan masyarakat untuk bersama-sama mensucikan diri menemukan muaranya. Dengan ukuran banyaknya pengunjung Masjid dan suburnya amal-amal ibadah yang tersemai. Kita semua mengetahui bahwa ada pendapat ulama yang mengatakan jika Islam itu ingin menang dan musuh Islam gentar adalah ketika jamaah solat subuh sama dengan jumlah jamaah solat jumat. Inspirasi dan program yang tepat serta rutin tentang menghidupkan akhlak yang mulia menjadi penting kiranya untuk dioptimalkan. Apa yang perlu aktivis muslim & da’I ingat adalah secara psikologis masyarakat mereka terinspirasi untuk merbuat amal kebajikan mulai yang kecil-kecil sampai yang besar-besar. Ibnul Qoyyim benar ketika beliau mengatakan:”setiap kebaikan yang kita lakukan akan mengajak saudara-saudaranya yang lain.”

Mengajarkan Kitab & Hikmah, serta pengetahuan pengajaran ini mempunyai target agar ummat memiliki stok rangsangan belajar Islam yang kuat atau aktivis muslim &Da’I setidak-tidaknya menginginkan masyarakat menjadi masyarakat pembelajar. Berawal dari belajar (membaca) maka kemajuan ummat akan semakin jelas masa depannya. Pengajaran tentang sejarah kenabian, hikmah diablik kejadian lampau maupun sekarang, islma kontemporer dalam memandang aktivitas keseharian kehidupan. Bagaimana islam sempurna dalam mengelola seluruh bidang kehidupan (politik, kepemimpinan, kebangsaan, pendidikan, pemenuhan hak-hak hidup dsB). Tentunya aktivis muslim dan da’I mesti memenuhi kebutuhan masyrakat dengan hal-hal baru, menarik, serta ilmiah sesuai dengan kondisi. Pembelajaran tentang pembukaan paradigm islam tradisional menuju Islam syumum mutakammil, islam memandang zakat sebagai pengentas permasalahan ekonomi, potensi zakat dalam mengurangi angka kemiskinan, Islam menilai perilaku korupsi, Islam menilai agenda mendesak bangsa, dan perwujuduan Baldatun Thoyyibatun warobbun Goffur. Agar semua nilai-nilai Islam yang pernah mereka dengar walau tidak dalam tidak lagi klise. Dan akan membuka paradigm Islam (yg dlm dunia pendidikan kita dr SD sampai SMA berkutat wudhu, solat, thaharah, haji dll) menuju paradigm Islam yang syumul sesuai dengan tujuan agama itu diturunkan.

Pada akhirnya, hanya kepada Allah hamba berserah diri, memohon ampun dan berharap kebaikan atas semua yang telah dilakukan. Alla kulli hal. Mari kita memperbaiki kondisi ummat bersama-sama, saling toleran, dan saling bekerjasama. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam tulisan ini. Hanya semata untuk membangun dan mengingatkan kita semua. Wassalam.
Johandri


Senin, 26 Juli 2010

Peringati HAN di Depan Lembuswana


SAMARINDA. Kendati peringatan Hari Anak Nasional (HAN) telah berlangsung 23 Juli lalu, namun semangat untuk menjadikan kader bangsa ini lebih baik melalui peringatan HAN terus dilakukan. Seperti halnya orasi yang digelar sejumlah mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) di depan Mal Lebuswana, Minggu (25) kemarin sekitar pukul 17.00 Wita. Dalam aksinya, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini mengecam keras peredaran video porno yang diperankan artis papan atas Indonesia yang saat ini tersebar luas di masyarakat.

Menurut Humas KAMMI Kaltim, Syamsumarlin kegiatan yang digelar di depan mal terluas di Samarinda itu bertujuan untuk mensosialisasikan dampak dari pengaruh buruk video porno yang saat ini beredar luas di masyarakat. Bahkan menurutnya, sejumlah film mesum yang diperankan oleh orang yang mirip Nazril Ilham atau Ariel Peterpan, Cut Tari dan Luna Maya dapat merusak moral generasi bangsa.
"Ini adalah aksi sosial dari kami sebagai mahasiswa. Karena menurut kami peredaran video porno dapat merusak moral bangsa terutama anak-anak yang notabene menjadi generasi masa depan bangsa Indonesia," ungkap Marlin pada Sapos.

"Aksi ini juga adalah salah satu bukti keprihatinan kami terhadap peredaran video porno yang makin meluas. Dari realitas yang kita temukan di lapangan, setiap harinya kurang lebih 266 situs porno baru muncul di internet dan hal ini tentu saja mengancam moral anak Indonesia," paparnya.
Oleh karenanya dalam orasi tersebut, belasan mahasiswa yang membentangkan spanduk bertuliskan "Selamatkan Anak Bangsa dari Bahaya Pornografi" itu mengajak seluruh warga Samarinda untuk lebih memperhatikan peredaran video porno di kalangan anak-anak.

"HAN tak hanya sekedar momentum semata, namun dengan peringatan ini dapat menbawa anak Indoensia ke arah yang lebih baik. Oleh karennya kita mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua agar memerangi pornografi dalam bentuk apapun. Supaya anak Indoensia dapat terbebas dari negatif yang timbul akibat film tersebut," pungkasnya. (aya/sapos)

Kamis, 22 Juli 2010

Ledakan Tabung Gas Elpiji Tanggung Jawab Siapa?


RAMAINYA kasus ledakan tabung gas elpiji di Indonesia banyak menimbulkan keresahan khususnya di rumah tangga, karena banyak korban jiwa yang sudah ada, maka hal ini harus disikapi dengan cepat oleh pemerintah pusat.
Pada tahun 2008 sudah terjadi 61 kasus meledaknya tabung gas elpiji di nusantara, tahun 2009 ada 58 kasus, dan tahun 2010 (terhitung hingga Juli) ada 78 kasus lebih se-nusantara, Kaltim pun sudah dikhawatirkan menjadi daerah yang rawan ledaknya tabung gas.

Di Jombang, ditemukan 25.994 (kompas.com) tabung elpiji ukuran 3 kilogram rusak! Temuan ini hasil dari Inpeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim pengawas gabungan terdiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan, anggota Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian Resor, Komando Distrik Militer setempat. Di Magelang lebih banyak lagi, sedikitnya 3 ribu (kompas.com) tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram ditemukan rusak. Bahkan yang lebih parah lagi, di Malang Jawa Timur ditemukan lagi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram tanpa lisensi Standar Nasional Indonesia (SNI). Tim Reserse Kepolisian Resor Malang, Jawa Timur, menemukan 45 tabung gas itu bocor dan ditambal sabun deterjen. Barang bukti ini ditemukan di sebuah pom bensin di Kepanjen, Malang.
Di Samarinda hasil inspeksi mendadak beberapa waktu lalu di sejumlah tempat perbelanjaan banyak ditemukan tabung dan regulator tidak bersertifikasi/ berstandar nasional. Dan masih teringat di benak kita, beberapa hari yang lalu di Samarinda dan beberapa kota di Kaltim didapati ada beberapa rumah tangga yang mendapatkan bencana akibat meledaknya tabung gas.

Bocornya tabung gas dan rusaknya regulator disinyalir menjadi penyebab utama dari ledakan-ledakan tersebut. Ledakan tabung gas yang belakangan ini marak terjadi karena perlengkapan seperti selang dan regulator yang tidak sesuai standar. Bahkan Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah menyatakan sebanyak 66 persen tabung gas yang beredar di pasaran tidak sesuai dengan standarnya. Jumlah yang tidak sedikit tentunya.


Dari sekian banyak kasus yang merebak di Nusantara bahkan Kaltim khususnya, kita mendapatkan satu kesimpulan pasti bahwa program pemerintah (44,4 juta tabung gas untuk rumah tangga) konversi minyak ke gas benar-benar tidak siap, sebaiknya pemerintah segera memperbaiki dan mengevaluasi kondisi dan bencana yang terjadi saat ini. Daripada bicara tentang strategi energi nasional penggunaan gas, listrik, dan energi lainnya termasuk panas bumi, angin, batu bara, matahari, bahkan nuklir, yang dikhwatirkan lebih tidak siap lagi!

Pemerintah harus segera mengeluarkan maklumat bahwa masyarakat harus cepat mengganti regulator dan selang gas, yang masa pemakaiannya telah mencapai satu tahun. Sebab disinyalir salah satu pemicu ledakan tabung gas itu adalah akibat regulator atau selang gas yang sudah tidak layak pakai, yang kedua harus ada razia dalam mencegah beredarnya tabung-tabung dan regulator tidak berstandar nasional, tabung palsu dan ulah penyuntikan gas oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Keberadaan tabung gas dan perlengkapannya yang tidak sesuai dengan standar harus ditarik oleh pemerintah. Itu dilakukan dalam rangka menjamin agar tabung gas yang beredar sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Selain penarikan, harusnya polisi segera bertindak tegas terhadap peristiwa-peristiwa ledakan yang semakin sering terjadi. Polisi harus meminta pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang terkait dengan ledakan. Misalnya Pertamina sebagai pengawas tabung-tabung yang beredar di masyarakat, apalagi 66 persen tabung gas tidak sesuai SNI yang beredar di pasaran membuktikan bahwa Pertamina tidak memperhatikan keselamatan konsumen.
Dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen, Pertamina dan produsen tabung gas sebenarnya sudah melakukan tindak pidana korporasi. Atas dasar ini, Pertamina bisa dihukum dengan denda dan pertanggungjawaban materil maupun non materil.

Ketiga, pemerintah melalui instansi terkait yakni PT. Pertamina dan Kementerian Perindustrian harus memberikan informasi masa durasi pemakaian regulator dan selang. Karena, perangkat tersebut memiliki masa pemakaian paling lama satu tahun. Oleh karena itu, jika sudah melewati batas waktu tersebut harus segera diganti dengan yang baru. Penggantiannya tentu harus diberikan secara gratis karena pemerintah yang telah menerapkan program konvensi minyak tanah ke gas. Sosialisasi yang rapi dan terintegrasi, dari tingkatan agen, usaha angkutan elpiji, penjual elpiji di perumahan serta pengguna elpiji. Sosialisasi yang dilakukan tidak boleh hanya normative kembali, tetapi harus dengan sosialisasi yang menggunakan jaringan masyarakat, tokoh masyarakat, organisasi, karang taruna, PKK, serta sosialisasi berbasiskan evaluasi kondisi yang terjadi dilapangan.
Pemerintah, Jangan hanya diam dan hanya minta pengertian serta minta maaf pada masyarakat tanpa tanggung jawab yang nyata.


Tertanda


M. Miftah Murha
Ka.Dept. Pemberdayaan Masyarakat
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) KALTIM